Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. Foto : Ist/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, merespons langkah strategis SKK Migas yang menargetkan reaktivasi sumur tidak aktif di Blok Cepu serta pendataan sumur rakyat. Langkah ini dinilai sebagai mitigasi darurat yang krusial untuk menambal defisit produksi akibat terganggunya operasional di Rokan menyusul insiden ledakan pipa gas.
Meitri memandang upaya menambal kuota produksi ini harus dilakukan dengan cermat, tanpa melupakan akar masalah keselamatan kerja yang menyebabkan hilangnya jutaan barel minyak tersebut. Legislator PKS ini juga mengapresiasi respons cepat pemerintah untuk mencari alternatif sumber produksi. Dia menyebut aktivasi kembali sumur di Blok Cepu dinilai sebagai langkah paling realistis dalam jangka pendek.
“Pemanfaatan sumur idle di Blok Cepu adalah langkah taktis yang perlu didukung penuh agar target lifting minyak nasional tidak meleset terlalu jauh. Namun, terkait pendataan puluhan ribu sumur rakyat, saya ingatkan agar aspek legalitas dan keselamatan lingkungan menjadi prioritas. Jangan sampai demi mengejar kuota, kita mengabaikan standar keselamatan di tingkat rakyat,” ujarnya kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Terkait penyebab utama defisit, yaitu ledakan pipa gas penyalur di Rokan, Meitri mendukung penuh pernyataan Menteri ESDM untuk menjatuhkan sanksi tegas. Dia menekankan bahwa insiden ini harus dianggap sebagai pelajaran mahal bagi industri hulu migas.
“Kita tidak bisa menormalisasi kecelakaan kerja yang berdampak pada ketahanan energi nasional. Hilangnya potensi jutaan barel akibat kerusakan infrastruktur adalah kerugian negara yang besar. Sanksi bagi pejabat atau pihak BUMN yang lalai harus ditegakkan untuk memberikan efek jera dan memastikan prinsip zero accident bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anggota DPR Dapil Jatim VIII ini meminta SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan koordinasi guna memastikan target produksi tahunan tetap tercapai di tengah tantangan ini.
“Komisi XII akan terus mengawasi proses pemulihan ini. Kami ingin memastikan bahwa perbaikan infrastruktur di Rokan berjalan cepat, dan optimalisasi di Blok Cepu benar-benar memberikan hasil konkret bagi penerimaan negara dan ketahanan energi kita,” pungkasnya. •tn/aha