Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono saat kunjungan kerja spesifik ke Kebun Benih Holtikultura Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Foto: Arifman/Mahendra.
PARLEMENTARIA, Karanganyar – Masih tingginya peredaran bawang putih impor di pasar menjadi salah satu tantangan serius dalam mewujudkan swasembada bawang putih nasional. Hal ini menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Riyono dalam kunjungan kerja spesifik ke Kebun Benih Holtikultura Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Riyono menilai, besarnya keuntungan dari selisih harga jual dan beli bawang putih impor menjadi menjadi faktor utama tingginya minat pedagang pasar untuk menjual produk impor dibandingkan produk lokal.
“Saya bertemu dengan teman-teman asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia, mereka menyampaikan harga bawang putih dari Cina itu seharga Rp17.000-Rp20.000 perkilogram, tapi begitu masuk ke Indonesia, di pasar harganya bisa Rp30.000, siapa yang tidak tergiur dengan cuan yang begitu besar, para importir nanti pasti akan ramai,” ujar Riyono dalam kunjungan tersebut.
Menurutnya kondisi tersebut membuat arus impor bawang putih terus berlanjut, sehingga ia menjelaskan swasembada produk holtikultura terutama bawang putih saat ini menjadi perhatian dari Komisi IV dibuktikan dengan adanya perhatian khusus dalam pembahasan perubahan Undang-Undang Pangan.
Berdasarkan aspirasi yang masuk dalam kunjungan ke Kebun Benih Holtikultura Tawangmangu ini, Riyono bersama Komisi IV serta para pemangku kepentingan semakin optimis dalam upaya bersama mencapai swasembada produk holtikultura nasional terutama bawang putih. Meski tidak mudah, ia menilai peluang penghentian impor bawang putih dalam beberapa tahun ke depan tetap terbuka.
“Semuanya bukan perkara hanya menanam, tetapi ini memang hulu-hilirnya harus kita atasi bersama. Dan saya yakin nanti Undang-Undang Pangan akan dibahas oleh Komisi IV dan mudah – mudahan di Agustus bisa kita sahkan, dengan begitu perlahan-lahan kita bisa menata berkaitan dengan masalah bawang putih,” tutup Riyono. •arm/aha