E-Media DPR RI

Komisi XII Apresiasi Keandalan PLTGU Muara Tawar

Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, usai memimpin kunjungan kerja spesifik ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/01/2025). Foto: Syn/Karisma.
Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, usai memimpin kunjungan kerja spesifik ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/01/2025). Foto: Syn/Karisma.


PARLEMENTARIA, Bekasi 
– Komisi XII DPR RI mengapresiasi kinerja dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar saat melakukan kunjungan ke fasilitas pembangkit tersebut. PLTGU Muara Tawar dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya sebagai pembangkit cadangan bereaksi cepat.

Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menjelaskan, meski tidak berfungsi sebagai pembangkit baseload, PLTGU ini berperan sebagai follower atau peaker yang siap merespons cepat ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.

“PLTGU Muara Tawar ini sangat penting karena berfungsi sebagai catu (daya) cadangan ketika terjadi gangguan atau kondisi darurat. Sangat andal dengan tata kelola yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance),” ujar Sugeng kepada Parlementaria usai memimpin kunjungan kerja spesifik ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/01/2025).

Senada, Anggota Komisi XII DPR RI Totok Daryanto menilai PLTGU Muara Tawar merupakan pembangkit strategis yang selalu siap menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Hal ini penting mengingat wilayah cakupan pasokan listrik PLTGU Muara Tawar meliputi Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga sebagian besar wilayah Jawa.

“Kesiapan pembangkit ini cukup baik, dengan tingkat keandalan mencapai sekitar 94 hingga 96 persen sepanjang periode 2025. kendala yang terkait dengan persoalan listrik mati dapat diantisipasi dengan baik,” ungkap Politisi Fraksi PAN ini.

Ia menambahkan, peningkatan teknologi dan peremajaan peralatan perlu terus dilakukan agar efisiensi pembangkit tetap terjaga dan tidak tertinggal dari perkembangan teknologi terkini. Selain keandalan pasokan listrik, aspek tanggung jawab lingkungan juga menjadi perhatian penting.

“Secara keseluruhan kinerjanya sudah baik, baik dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat maupun dalam menjaga komitmen terhadap lingkungan. Prestasi ini harus terus dijaga agar tetap memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. •syn/rdn