E-Media DPR RI

Komisi II Dorong Bank Kaltimtara Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan PAD

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima saat memimpin kunjungan kerja ke Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) di Balikpapan, Kamis (22/1/2026). Foto: Eno/Mahendra.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima saat memimpin kunjungan kerja ke Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) di Balikpapan, Kamis (22/1/2026). Foto: Eno/Mahendra.


PARLEMENTARIA, Balikpapan —
 Komisi II DPR RI menegaskan pentingnya penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya sektor perbankan, sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Penegasan ini disampaikan Ketua Tim Kunjungan Spesifik (Kunspek) Komisi II DPR RI, Aria Bima, saat memimpin kunjungan kerja ke Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara) di Balikpapan, Kamis (22/1/2026).

Aria Bima menjelaskan bahwa kunjungan spesifik tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pengelolaan BUMD, sekaligus untuk melihat secara langsung sejauh mana bank daerah mampu menjalankan fungsi intermediasi keuangan secara profesional dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Kunjungan spesifik ini terkait dengan keinginan kami bagaimana instrumen BUMD benar-benar menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi daerah dan juga peningkatan pendapatan daerah,” ujar Aria Bima.

Menurutnya, pengelolaan BUMD perbankan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan BUMD sektor lainnya. Bank daerah tidak hanya tunduk pada regulasi pemerintah daerah, tetapi juga berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menuntut tata kelola yang lebih profesional dan akuntabel.

“Faktanya justru dengan sistem pengelolaan yang profesional dan keterikatan dengan OJK, Bank Kaltimtara mampu menunjukkan kinerja yang positif,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Aria mengungkapkan bahwa Bank Kaltimtara tidak hanya berperan dalam menyalurkan kredit untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tetapi juga mampu menyumbangkan dividen yang signifikan bagi daerah.

“Dividen yang dihasilkan kurang lebih sekitar Rp300 miliar untuk APBD Kalimantan Timur. Ini bukti bahwa BUMD bisa dikelola sehat dan produktif,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut baik kunjungan Komisi II DPR RI dan menilai dukungan legislatif sangat penting dalam memperkuat peran BUMD sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami senang sekali dengan kunjungan spesifik Komisi II. Bank Kaltimtara Alhamdulillah kinerjanya cukup mumpuni dan terus kami dorong untuk semakin berkontribusi bagi daerah,” ujar Rudy. •eno/rdn