Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, saat menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, di Ruang Pimpinan BKSAP, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Ist/Karisma.
Parlementaria, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dipimpin Deputy Political Counsellor, Todd Campbell, di Ruang Pimpinan BKSAP, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis global serta penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat melalui jalur diplomasi parlemen. Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran diplomasi parlemen di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi parlemen Indonesia. Kami membahas berbagai isu strategis global serta peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Syahrul pada Parlementaria usai pertemuan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang kerja sama melalui Program Congressional Office for International Leadership (COIL), yakni program pertukaran parlemen yang sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat. Program ini membuka kesempatan bagi lima anggota DPR RI untuk melakukan kunjungan dan pertukaran informasi dengan parlemen Amerika Serikat, termasuk agenda di Washington, D.C.
Menanggapi hal tersebut, Syahrul menilai Program COIL sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan perspektif anggota DPR RI. “Program pertukaran seperti COIL sangat penting untuk memperkaya wawasan anggota DPR RI, khususnya dalam memahami praktik demokrasi, proses legislasi, serta tata kelola pemerintahan di negara lain yang telah memiliki pengalaman panjang,” jelasnya.
Politikus Fraksi PKS tersebut menambahkan, pengalaman langsung melalui program pertukaran parlemen diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan peran DPR RI.
“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi kunjungan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam penguatan fungsi legislasi, pengawasan, dan diplomasi DPR RI ke depan,” tegasnya. •bit/we