Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat rapat kerja bersama Kemenhub, KemenPU, Basarnas, BMKG, dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026, di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto : Oji/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti aspek keselamatan kapal pinisi usai kasus kecelakaan yang menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan dua anaknya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.
Lasarus mengatakan insiden kecelakaan kapal pinisi yang terjadi di Labuan Bajo telah menjadi perhatian luas, termasuk internasional. Apalagi menurutnya, kapal pinisi pada awalnya bukan dirancang untuk mengangkut penumpang.
“Saya kalau bicara soal kapal ini Pak, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono ini, (Ketua) KNKT ini. Kapal Pinisi ini sedianya kan bukan untuk angkut orang, Pak. Ini kan untuk angkut barang,” kata Lasarus saat rapat kerja bersama Kemenhub, KemenPU, Basarnas, BMKG, dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026, di ruang rapat Komisi V, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
“Maka lambung (kapal) nya itu kosong Pak. Ketika lambungnya kosong, atasnya berat, pasti dia gampang oleng. Harusnya kan lambungnya diisi,” sambung dia.
Ia pun mempertanyakan ramp check dan kelaikan kapal pinisi tersebut. Sebab menurutnya, kecelakaan tersebut telah menimbulkan korban jiwa.
“Ini sistem pengawasan kapal pinisi ini bagaimana ini? Ramp check-nya, kemudian kelaikan berlayarnya, dan seterusnya. Apakah sama dengan kapal-kapal pada umumnya? Karena ini juga menyangkut nyawa orang, angkut orang dan juga angkut barang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lasarus menekankan insiden di Labuan Bajo menjadi sorotan dunia lantaran melibatkan figur internasional. Menurutnya, hal ini berdampak pada citra Indonesia dalam menjamin keselamatan wisatawan.
“Apalagi kejadian yang di Labuan Bajo ini, salah satu figur yang dikenal oleh dunia Pak, pelatih sepak bola Valencia, sehingga dunia memperhatikan ke kita semua seperti apa standar keselamatan kita, dalam rangka kita mengawal seluruh wisatawan yang datang ke tempat kita, apapun moda transportasinya, termasuk kapal pinisi ini,” lanjut dia.
Maka dari itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini meminta Kementerian Perhubungan untuk lebih memperhatikan kelaikan kapal pinisi dalam berlayar. Selain itu, juga memperketat keamanan dan standar keamanan berlayar.
“Jadi ini menurut saya harus ada protap yang jelas ini Pak Menteri, karena sedianya kapal ini dulunya bukan untuk angkut orang,” ujarnya.
Lasarus menjelaskan, secara teknis kapal dengan beban berat di bagian atas dan lambung yang kosong berisiko tinggi terbalik ketika menghadapi gelombang. Lasarus menyebut idealnya lambung kapal diisi atau dipadatkan agar keseimbangan kapal terjaga.
“Kalau pun (Kapal Pinisi) angkut orang, lambungnya itu dipadatkan dulu barang, sehingga kapal ini tidak oleng di atas Pak. Kalau sekarang kan kapal pinisi tingkat-tingkat Pak, bawahnya kosong, berat di atas. Lambungnya, ini salah satu analisa Pak KNKT ini menyampaikan kepada kami ya, sehingga ketika ada gelombang kalau dia berat di atas logikanya paling gampang dia terbalik,” jelasnya.
Legislator dapil kalimantan Barat II ini pun meminta Kemenhub memperkuat SOP kapal pinisi. Lasarus berharap lagi insiden serupa tak terulang kembali di kemudian hari.
“Ini menurut saya sebelum saya kelewat, ini harus ada SOP yang jelas Pak terkait kapal Pinisi ini, sehingga nanti kapal pinisi yang semakin hari semakin banyak, bertambah sesuai dengan permintaan masyarakat yang ingin menggunakannya, baik untuk angkutan barang maupun angkutan orang,” tuturnya.
“Saya pikir ini perlu mendapat perhatian sehingga ada perlu standar operasional prosedur yang jelas yang ditetapkan oleh regulator, yaitu dari Kementerian Perhubungan,” imbuhnya. •hal/rdn