E-Media DPR RI

Komisi V Minta Peningkatan Pelayanan dan Kampanye Kenyamanan di Kereta Api

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026). Foto : Uf/Andri
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Dok/vel.


PARLEMENTARIA
Cirebon – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan kampanye kenyamanan bagi penumpang kereta api. Menurutnya, pelayanan perkeretaapian tidak hanya terbatas pada fasilitas di stasiun, tetapi juga harus mencakup layanan di dalam rangkaian kereta secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026). Roberth menilai, peningkatan pelayanan yang telah dilakukan oleh operator kereta api perlu dibarengi dengan edukasi berkelanjutan kepada seluruh petugas agar standar pelayanan dapat dirasakan langsung oleh penumpang.

“Bukan hanya pelayanan di stasiun, tetapi pelayanan di dalam kereta juga sangat penting. Ini perlu terus diedukasi kepada seluruh petugas,” ujar Roberth.

Dalam kesempatan itu, Roberth juga mendorong penyedia layanan kereta api untuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok penumpang tertentu, seperti ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, serta penyandang disabilitas. Menurutnya, pengaturan fasilitas yang jelas dan tidak bercampur dengan penumpang umum akan meningkatkan rasa aman dan kenyamanan selama perjalanan.

“Misalnya ibu hamil, harus ada perhatian khusus. Jangan sampai terjadi hal-hal yang membahayakan di dalam perjalanan. Ini harus diatur dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Roberth menilai kampanye pelayanan ramah penumpang masih perlu diperkuat agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan moda transportasi kereta api. Kampanye tersebut, menurutnya, harus mudah dipahami serta diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran petugas.

Ia berharap, dengan peningkatan pelayanan dan penguatan kampanye kenyamanan tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi publik dapat terus meningkat sekaligus mendorong minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi massal. •uf/aha