E-Media DPR RI

Terima Mahasiswa LSPR Jakarta, Najib Ibrahim Paparkan Peran Biro Pemberitaan dan DPR dalam Demokrasi

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI, M. Najib Ibrahim saat menerima kunjungan studi mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senin (12/1/2026). Foto: Arifman/Mahendra.
Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI, M. Najib Ibrahim saat menerima kunjungan studi mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senin (12/1/2026). Foto: Arifman/Mahendra.


PARLEMENTARIA, Jakarta 
– Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI M. Najib Ibrahim menerima kunjungan studi mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI, Senin (12/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi untuk memperkenalkan kerja DPR RI dan peran Biro Pemberitaan Parlemen kepada mahasiswa.

“Kalau kita melihat dari luar, tentunya perspektifnya akan berbeda. Dengan hadir langsung di sini, teman-teman bisa melihat dan menilai secara langsung apa yang terjadi di Gedung DPR ini,” ujar Najib kepada Parlementaria usai menerima kunjungan.

Najib menegaskan bahwa DPR RI merupakan fondasi negara yang harus dipahami dan dijaga bersama, khususnya oleh generasi muda yang memiliki peran penting dalam keberlanjutan demokrasi.

“Gedung DPR ini adalah fondasi negara. Harus kita cintai, kita bangun bersama, dan kita harus terlibat di dalamnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Najib juga menjelaskan posisi DPR RI sebagai salah satu pilar negara yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dalam sistem demokrasi.

“Fungsi check and balances itu harus berjalan. Tidak bisa satu kekuasaan berdiri sendiri tanpa yang lain,” jelas Najib.

Ia menambahkan bahwa DPR RI kerap menjadi pusat perhatian publik karena menyuarakan aspirasi masyarakat yang beragam, sementara proses politik yang panjang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.

“Yang tidak terlihat adalah prosesnya. Ada pembahasan di panitia kerja yang berlangsung lama, bahkan sampai 24 jam, dan itu jarang diketahui publik,” ungkapnya.

Menutup pertemuan tersebut, Najib menekankan peran Biro Pemberitaan Parlemen dalam menyampaikan gambaran utuh mengenai kinerja DPR RI kepada publik melalui berbagai platform media. •ak, ipf/rdn