E-Media DPR RI

Dadang M. Naser: Mekanisasi Pertanian Kunci Percepatan Kemandirian Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M Naser setelah menghadiri Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara II, Selasa (13/01/2026). Foto: Runi/Karisma.
Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M Naser setelah menghadiri Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara II, Selasa (13/01/2026). Foto: Runi/Karisma.


PARLEMENTARIA, Jakarta
 – Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser menegaskan pentingnya penguatan mekanisasi pertanian sebagai salah satu kunci percepatan kemandirian pangan nasional.

Ia menyebut, selama ini pihaknya terus mengawal langkah pemerintah dalam menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian.

“Ya tentu, selama ini pun kita mengawal bagaimana pemerintah menyiapkan alat-alat dan mesin pertanian, bukan sekedar traktor, tapi alat-alat untuk menunjang percepatan kemandirian pertanian,” ujar Dadang saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/01/2026).

Menurutnya, kehadiran alsintan modern tidak hanya mempermudah kerja petani, tetapi juga mampu menekan kehilangan hasil panen. Salah satu contoh yang disorot adalah penggunaan mesin combine harvester sebagai alat panen yang dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan metode manual.

“Ada mesin combine itu alat panen yang efektif, efisien, sehingga tidak banyak terbuang,” jelasnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II itu memaparkan, penggunaan mesin panen modern terbukti mampu meningkatkan hasil produksi. Ia membandingkan produktivitas panen manual dengan panen menggunakan mesin combine di dapilnya yang menunjukkan selisih signifikan.

“Yang biasa kalau padi manual, itu 9 ton, 8 ton, 7 ton, tapi begitu pakai mesin komben, itu luar biasa, itu bisa sampai 11 ton, sampai 12 ton, karena efektif dalam mereka memanennya,” ungkapnya.

Meski demikian, politisi dari Fraksi Partai Golkar itu menilai tantangan ke depan tidak hanya terletak pada penyediaan alat, tetapi juga pada kesiapan dan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi pertanian.

Untuk itu, ia menekankan bahwa modernisasi pertanian merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari jika Indonesia ingin mencapai kemandirian pangan secara berkelanjutan.

“Tinggal kesediaan masyarakat bahwa untuk kemandirian pangan itu masuk teknologi, nggak bisa dihindari bagaimana teknologi yang kita kuatkan dalam hal alat sintan, alat-alat pertanian,” pungkasnya. •rr/rdn