E-Media DPR RI

Legislator Minta PELNI Segera Realisasikan Pembelian 3 Kapal Baru

Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier saat mengikuti pertemuan dengan PT PELNI Persero di Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2025). Foto: Intan/vel
Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier saat mengikuti pertemuan dengan PT PELNI Persero di Gianyar, Bali, Jumat (5/12/2025). Foto: Intan/vel


PARLEMENTARIA
Gianyar — Komisi VI DPR RI mengadakan pertemuan dengan PT PELNI Persero pada hari Jumat (5/12/2025) di Gianyar, Bali. Dalam pertemuan tersebut PT PELNI memaparkan beberapa pembahasan mulai dari Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Kinerja PT PELNI di wilayah Bali dan Progress Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2024 dan 2025.

Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PKS Rizal Bawazier menyoroti Pembahasan Progres PMN tahun 2024 dan 2025. Rizal menyampaikan bahwa pada tanggal 15 bulan September dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan Menteri BUMN telah menerima penjelasan dan menyetujui PT PELNI Persero untuk anggaran PMN sebanyak 2,5 triliun rupiah untuk pengadaan 3 (tiga) unit kapal baru (brand new).

“Komisi VI sudah setujui waktu itu di September 2025 waktu RDP bahwa kita setuju menyatakan menerima penjelasan dan menyetujui penyertaan modal 2,5 triliun dari 15 september ini,” ujarnya. Rizal pun mempertanyakan terkait realisasi pengadaan tiga unit kapal baru yang tidak kunjung dibeli oleh PELNI meski sudah hampir masuk akhir tahun 2025. “kenapa kok sudah disetujui tetapi tidak bisa dicairkan?” tanyanya.

Untuk diketahui ditahun untuk pembelian tiga unit kapal baru PT PELNI membutuhkan anggaran 4,5 triliun rupiah dan anggaran tersebut didapat dari PMN 2024 sebanyak 1,5 triliun, PMN 2025 sebanyak 2,5 triliun dan sisanya dari PT PELNI Persero.

Komisi VI pun meminta agar pengadaan tiga kapal baru secara terbuka dan juga dengan tegas meminta kepada PT PELNI untuk segera merealisasikan pembelian tiga kapal tersebut jika belum bisa teralisasiakan ataupun ada hambatan, hal tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. •in/aha