26 February 2025
Politik dan Keamanan

Anwar Sadad Dorong Penggunaan Teknologi dalam Sistem Imigrasi Indonesia

  • Februari 25, 2025
  • 0

Anggota Komisi XIII DPR RI Anwar Sadad dalam RDP Komisi XIII DPR RI dengan Dirjen Imigrasi dan Para Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Wilayah Barat di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (24/02/2025). Foto : Runi/Andri.
Anggota Komisi XIII DPR RI Anwar Sadad dalam RDP Komisi XIII DPR RI dengan Dirjen Imigrasi dan Para Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Wilayah Barat di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (24/02/2025). Foto : Runi/Andri.


PARLEMENTARIA, Jakarta 
– Anggota Komisi XIII DPR RI Anwar Sadad menyarankan agar Indonesia segera mengadopsi teknologi canggih untuk memantau kedatangan dan pergerakan orang asing di wilayah Indonesia. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan memastikan bahwa kedatangan orang asing tidak memiliki niat buruk atau berpotensi membahayakan negara.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakpastian motif di balik kedatangan orang asing. Ia mencontohkan sistem yang diterapkan di Singapura, yakni aplikasi MyICA, yang memungkinkan pihak berwenang untuk memantau kedatangan turis asing, termasuk tempat mereka menginap dan aktivitas yang mereka lakukan selama berada di negara tersebut.

“Di banyak negara tetangga kita sudah menggunakan teknologi untuk memantau kedatangan orang, termasuk Singapura dengan aplikasi MyICA-nya. Ini adalah starting point yang bagus untuk mendeteksi pergerakan turis asing dan meminimalkan potensi ancaman,” ungkapnya dalam RDP Komisi XIII DPR RI dengan Dirjen Imigrasi dan Para Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Wilayah Barat di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (24/02/2025).

Anwar menambahkan, meskipun kedatangan orang asing ke Indonesia umumnya tidak menimbulkan masalah, ia menekankan pentingnya mengetahui motif di balik kedatangan mereka. “Kita tidak tahu apa tujuan mereka sebenarnya. Mungkin saja mereka datang sebagai turis, tetapi kita harus bisa mendeteksi pola atau indikasi yang mengarah pada kegiatan yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga mengusulkan agar Kementerian Keimigrasian bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memanfaatkan keahlian dalam bidang kontraintelijen. Dengan kolaborasi tersebut, ia yakin bahwa Indonesia bisa lebih waspada terhadap kemungkinan ancaman yang datang dari luar.

“Kita mesti punya tindakan preventif yang lebih baik, mengingat tujuan bernegara kita adalah untuk melindungi seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita perlu mendeteksi kedatangan orang asing yang memiliki agenda tertentu dengan menggunakan teknologi dan sistem pemantauan yang lebih canggih,” katanya.

Anwar berharap sistem seperti MyICA yang ada di Singapura bisa segera diterapkan di Indonesia, dengan penambahan fitur-fitur seperti autogate untuk mempermudah deteksi kedatangan orang asing. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi potensi ancaman dari kedatangan orang asing yang mungkin memiliki agenda negatif. •gal/rdn

EMedia DPR RI