#Kesejahteraan Rakyat

Sumber Air Kian Rusak, Himmatul Aliyah: Peran Polisi Lingkungan Perlu Ditingkatkan

Anggota BKSAP DPR RI Himmatul Aliyah, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Kunjungan Kerja BKSAP di Bogor, Jawa Barat (15/5/2024). Foto: Estu/vel.
Anggota BKSAP DPR RI Himmatul Aliyah, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Kunjungan Kerja BKSAP di Bogor, Jawa Barat (15/5/2024). Foto: Estu/vel.

PARLEMENTARIA, Bogor – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Himmatul Aliyah menyaksikan sendiri banyaknya kerusakan lingkungan yang menggerus kelayakan minum sumber air. Menurutnya perlu ada kebijakan dari pemerintah yang benar-benar tegas untuk para perusak lingkungan ini. Salah satunya ia mengusulkan agar peran polisi lingkungan semakin ditingkatkan. 

“Misalnya berapa meter dari aliran dan sungai itu boleh ada bangunan tapi yang kita dapati kenyataannya bangunan-bangunan itu justru menempel di sungai dan ketika terjadi bencana akhirnya menjadi bencana. Tentu yang susah juga kita semua. Hal-hal seperti ini yang perlu diatur. Nah ini penting sekali untuk adanya polisi lingkungan, untuk mengatur hal-hal tersebut,” ucap Himmatul Aliyah ketika diwawancarai pada kegiatan Kunjungan Kerja BKSAP di Bogor, Jawa Barat (15/5/2024).

Selain itu Himmatul Aliyah juga menayangkan rendahnya perencanaan lingkungan yang dimiliki oleh pimpinan daerah. Ia menilai bahwa perlu ada kebijakan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan lingkungan dan perlu adanya pemimpin yang memiliki perencanaan yang bagus agar dapat mengakomodasi rakyatnya. 

“Perencanaan lingkungan itu sangat penting karena bagaimanapun kalau asal (tanpa perencanaan) tidak memperhatikan kualitas lingkungan, kualitas air, dan lain sebagainya itu tentunya akan menjadi bencana di kemudian hari. Dalam ayat (3) Pasal 33 UUD 1945 berbunyi bumi air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara, akan tetapi banyak sumber-sumber mata air yang justru dikuasai oleh swasta,” ungkap Politisi Partai Gerindra ini.

Pengelolaan sumber air sangat penting, apalagi berkaca dari Kota Jakarta saja, dari proyeksi PBB dilansir dari BBC terungkap bahwa ibu kota RI ini satu dari 11 kota di dunia yang terancam kehabisan air bersih di masa depan. Proyeksi PBB ini juga menjelaskan pada 2030 permintaan mengenai air bersih akan melebihi pasokan yang ada hingga 40%. 

Isu-isu semacam inilah yang akan menjadi perhatian penting dan pembahasan Indonesia dalam pertemuan antar parlemen dunia dalam Forum Air Sedunia (World Water Forum) ke-10 nanti. Forum internasional tersebut akan berlangsung di Bali selama 18-25 Mei 2024. •stu/aha

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *