#Politik dan Keamanan

Indonesia dan Turki akan Selalu Jadi Pembela Palestina yang Gigih

Ketua GKSB DPR RI-Turki DPR RI Muhammad Farhan, saat bertukar cenderamata usai menerima kunjungan Ketua Delegasi Majelis Agung Nasional Turkiye untuk AIPA Osman Saglam di Nusantara III. Foto: Prima/vel.
Ketua GKSB DPR RI-Turki DPR RI Muhammad Farhan, saat bertukar cenderamata usai menerima kunjungan Ketua Delegasi Majelis Agung Nasional Turkiye untuk AIPA Osman Saglam di Nusantara III. Foto: Prima/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Turki DPR RI Muhammad Farhan menerima kunjungan Ketua Delegasi Majelis Agung Nasional Turkiye untuk AIPA Osman Saglam. Dalam pertemuan bilateral ini, Indonesia dan Turki mempunyai kesamaan pemahaman sebagai pembela kebebasan Palestina yang gigih. 

Dalam hal ini, Indonesia sepenuhnya mendukung kebijakan yang dibuat oleh Turki baru-baru ini untuk menghentikan semua ekspor dan impor ke dan dari Israel. “Saya ingin menggarisbawahi bahwa sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina sangat jelas. Indonesia tidak akan pernah menjalin hubungan apapun dengan Israel karena Israel adalah penjajahnya,” ungkap Farhan di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Konstitusi Indonesia secara tegas menyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak semua bangsa yang tidak dapat dicabut, oleh karena itu segala bentuk penjajahan di dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan keadilan.” Oleh karena itu, bagi Indonesia, normalisasi hubungan dengan Israel sama sekali tidak dapat diterima dan dibatalkan.

Terkait dengan genosida Israel di Jalur Gaza, Indonesia berkomitmen untuk selalu membela kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina, menganjurkan gencatan senjata yang segera dan berkelanjutan, bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta proses perdamaian yang kredibel menuju solusi dua negara.

Indonesia dan Turki memiliki suara yang sama mengenai kebutuhan mendesak untuk mereformasi Dewan Keamanan PBB untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan global termasuk di Palestina. Kita juga perlu memobilisasi peran negara-negara Selatan sebagai pembangun jembatan dan penentu agenda dalam berbagai forum multilateral, serta sebagai pendukung tatanan global yang adil.

“Berdasarkan kesamaan tersebut, hubungan kita di masa depan harus lebih kuat dan bermanfaat. Kita harus memastikan tercapainya semua perjanjian sebagai kerangka dasar kerja sama kita,” ungkap Farhan. •ssb/aha

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *