#Politik dan Keamanan

BKSAP Dorong Partisipasi Parlemen Papua Nugini Sukseskan ‘The Second IPPP’

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana saat memimpin pertemuan bilateral di Museum Rudana, Ubud, Bali, Senin (29/4/2024). Foto: Tiara/Andri.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana saat memimpin pertemuan bilateral di Museum Rudana, Ubud, Bali, Senin (29/4/2024). Foto: Tiara/Andri.

PARLEMENTARIAUbud – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mendorong partisipasi parlemen Papua Nugini untuk menyukseskan forum Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) Kedua, serta turut terlibat dalam memperkuat hubungan antar negara Kawasan Pasifik.

Untuk diketahui, The Second IPPP rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 8-9 Agutus 2024 mendatang. Forum ini bertujuan untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk konektivitas dan maritim, dengan negara-negara di Kawasan Pasifik.

“Dukungan di forum parlemen sangat penting bagi hubungan kita dan tadi sudah sampaikan undangan resminya, lalu mereka berkomitmen untuk hadir dan menyukseskan The Second IPPP. Kita berharap mereka turut mengkomunikasikannya dengan negara-negara kawasan pasifik melalui pacific island forum yang mereka miliki,” ujar Putu kepada Parlementaria usai memimpin pertemuan bilateral di Museum Rudana, Ubud, Bali, Senin (29/4/2024).

Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, BKSAP DPR RI bersama parlemen Papua Nugini terus berusaha untuk meningkatkan kerjasama bilateral diantaranya peningkatan kapasitas dan pertukaran kunjungan, melalui nota kesepemahaman (MoU) yang bermakna antara kedua parlemen.  

“Kami juga mengapresiasi dukungan Papua Nugini terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang harus selalu kita jaga dan pertahankan,” ungkapnya.

Di samping itu Putu menambahkan, BKSAP DPR RI juga menunjukkan dukungan dalam pembuatan patung mendiang Grand Chief Sir Michael Thomas Somare yang dibangun di Bali. Diharapkan melalui pembuatan patung tersebut, semakin memajukan seni, kerajinan, dan juga para seniman Indonesia. Juga dapat menarik pengunjung asing dan mendongkrak pariwisata di Bali.

“Hal ini semakin menunjukkan hubungan positif dan kuat antara kedua negara bahwa patung tersebut dibuat di Pulau Dewata Bali. Saya berharap Delegasi Parlemen Papua nugini akan senang dan puas dengan progres dan hasil dari pembuatan patung Grand Chief Sir Michael Thomas Somare,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Deputy Speaker Parlemen Papua Nugini Koni Iguan mengungkapkan rasa terima kasih terhadap penerimaan atas kunjungan delegasi parlemen Papua Nugini di Bali. Ia berharap ke depan Indonesia dan Papua nugini dapat terbuka dalam menjalin kerjasama diantaranya pertukaran program, pertukaran bisnis dan juga ekonomi. “Kami menantikan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia bersama Papua Nugini kedepannya,” jelasnya. •tra/aha

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *