#Kesejahteraan Rakyat

Efek Pengganda Pembangunan Infrastruktur Belum Berdampak pada Sektor SDM di Kulon Progo

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Dinas terkait, Pimpinan PTN, PTS, dan LLDIKTI Wilayah V, serta mitra kerja Komisi X DPR RI, di Kantor Bupati Kulon Progo, Selasa (27/02/2024). Foto: Singgih/Man.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Dinas terkait, Pimpinan PTN, PTS, dan LLDIKTI Wilayah V, serta mitra kerja Komisi X DPR RI, di Kantor Bupati Kulon Progo, Selasa (27/02/2024). Foto: Singgih/Man.

PARLEMENTARIA, Kulon Progo – Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki keunikan tersendiri dari berbagai sektor, namun tingkat pembangunan infrastruktur di wilayah ini masih belum merata. Salah satu sektor yang belum terdampak dari efek pengganda (multiplier effect) pembangunan infrastruktur ini adalah sektor pendidikan. Khususnya, sektor pembangunan sumber daya manusia yang berkaitan dengan kepariwisataan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi usai menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Dinas terkait, Pimpinan PTN, PTS, dan LLDIKTI Wilayah V, serta mitra kerja Komisi X DPR RI, di Kantor Bupati Kulon Progo, Selasa (27/02/2024).

“Ketika tahun 2019 dibangun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo sampai sekarang multiplier effect yang diharapkan terjadi, tidak diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia. Tidak juga diiringi dengan pembangunan kepariwisataan yang bisa menarik lebih banyak lagi kunjungan. Sehingga akibatnya kita bisa melihat bahwa multiplier effect tidak terjadi secara menyeluruh,” ungkapnya kepada Parlementaria.

“Sampai sekarang multiplier effect yang diharapkan terjadi, tidak diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia. Tidak juga diiringi dengan pembangunan kepariwisataan yang bisa menarik lebih banyak lagi kunjungan”

Lebih lanjut, Dede Yusuf sampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. Meskipun bandara telah menjadi akses utama, pembangunan pendidikan perlu ditingkatkan, agar masyarakat setempat dapat mengembangkan kemampuan mereka dan mengejar berbagai peluang pembangunan yang sudah tersedia.

“Dalam konteks ini kita harus melihat dari berbagai sisi. Pertama sisi pendidikannya, sisi pendidikan untuk sumber daya manusianya apakah sanggup mengembangkan kemampuan untuk mengejar daripada berbagai akses pembangunan yang sudah ada. Yang kedua, tentunya adalah bagaimana mengembangkan berbagai sektor industri termasuk industri kreatifnya, termasuk industri pariwisatanya dan yang lain-lain yang mungkin memiliki potensi yang besar,” ujar Dede Yusuf.

“Tadi saya katakan, kenapa Kulon Progo potensinya besar? Karena akses bandara plus jalan tol dan ada lagi nanti kalau gak salah kereta api akan dibangun di sini. Nah kalau tidak diikuti oleh berbagai sektor lainnya maka dikhawatirkan orang datang ke sini (Yogyakarta) tidak berlama-lama tinggal di sini,” ujar Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Dede Yusuf juga sampaikan bahwa hasil dari pertemuan ini bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan melakukan langkah-langkah strategis agar multiplier effect pembangunan infrastruktur yang ada di Kulon Progo bisa merata pada sektor-sektor lainnya. •skr/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *