#Politik dan Keamanan

Perkuat Dukungan, Fathan Sepakat Hentikan Perang Palestina-Israel di ‘Asian Parliamentary Assembly’

Anggota BKSAP DPR RI Fathan di sela-sela mengikuti rangkaian forum APA, Baghdad, Irak, Jumat (10/11/2023). Foto: Saum/nr.

PARLEMENTARIA, BAGHDAD – Di tengah ketegangan global akibat agresi Israel terhadap Palestina, Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fathan menekankan agar setiap parlemen anggota Asian Parliamentary Assembly (APA) mempertahankan sinergi bersama. Upaya ini, nilainya, akan memperkuat gaung dukungan guna menekan kekerasan sekaligus menghentikan perang yang terjadi di Palestina.

Poin ini menjadi sorotan Fathan saat menanggapi agenda penyusunan draf resolusi dalam forum APA, Baghdad, Irak, Jumat (10/11/2023). Sebab itu, ia mengingatkan bahaya unilateralisme.

“Penting untuk menegaskan kembali bahaya unilateralisme. Unilateralisme menempatkan dunia dalam ketegangan, melemahkan kepercayaan, mengeksploitasi kekuatan kecil oleh kekuatan yang lebih besar, dan mempertajam fragmentasi antar negara. Singkatnya, ini akan membahayakan tatanan internasional,” tutur Fathan.

“Unilateralisme menempatkan dunia dalam ketegangan, melemahkan kepercayaan, mengeksploitasi kekuatan kecil oleh kekuatan yang lebih besar, dan mempertajam fragmentasi antar negara.”

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, politisi Fraksi PKB itu berharap masing-masing negara yang tergabung dalam APA menjaga komitmen yang sudah disepakati. Di mana, komitmen tersebut menegaskan untuk saling bersinergi demi kepentingan bersama. 

Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa tindakan nyata harus dilakukan sebagai bukti berkelanjutan guna meredakan ketegangan global. Sebagai informasi, forum APA secara aktif membahas isu krisis kemanusiaan internasional, yaitu kekerasan perang terhadap Palestina yang dilakukan oleh Israel. 

Seluruh delegasi termasuk delegasi Parlemen Indonesia yang dipimpin oleh Ketua BKSAP DPR Fadli Zon menyerukan negara-negara dunia mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan peperangan antara Palestina dan Israel. •ts/aha

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *