#Politik dan Keamanan

Indonesia Perlu Tampil ke Depan dan Jadi Penentu Agenda Internasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta saat menghadiri BKSAP Day yang bertempat di Gedung Rektorat, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Daerah Istimewa Yogyakarta. BKSAP Day kali ini mengambil tema ‘Diplomasi Parlemen: Memimpin Dunia yang Penuh Turbulensi’. Foto: Dipa/Man.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta saat menghadiri BKSAP Day yang bertempat di Gedung Rektorat, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Daerah Istimewa Yogyakarta. BKSAP Day kali ini mengambil tema ‘Diplomasi Parlemen: Memimpin Dunia yang Penuh Turbulensi’. Foto: Dipa/Man.

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyelenggarakan BKSAP Day yang bertempat di Gedung Rektorat, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Daerah Istimewa Yogyakarta. BKSAP Day kali ini mengambil tema ‘Diplomasi Parlemen: Memimpin Dunia yang Penuh Turbulensi’ yang dipimpin oleh Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta.

Menurutnya, turbulensi global yang belum terpecahkan solusinya (unresolved) menjadi tantangan tata kelola global. Di mana ketidakpercayaan (distrust) terhadap tata kelola global meningkat. Hal ini berpotensi mendorong perilaku unilateral dari negara-negara nantinya.

“Indonesia perlu tampil ke depan dan menjadi pemengaruh. Dengan menjadi penentu agenda, Indonesia dapat memainkan perannya untuk mendorong isu internasional yang menjadi dan bermanfaat bagi kepentingan nasional kita,” tuturnya kepada Parlementaria usai ditemui di Gedung Rektorat, Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (06/11/2023).

“Dengan menjadi penentu agenda, Indonesia dapat memainkan perannya untuk mendorong isu internasional yang bermanfaat bagi kepentingan nasional” 

Lebih lanjut, Sukamta menjelaskan peran besar Indonesia meskipun tidak langsung terkait dengan konflik Israel-Palestina. Namun, partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian ini merupakan kontribusi positif terhadap stabilitas regional, sekaligus menjalankan amanat konstitusi.

“Kita sudah melakukan beberapa cara. Di antaranya dengan menyediakan personel dan pasukan untuk misi perdamaian PBB di Timur Tengah, termasuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dengan tujuan bertujuan untuk memelihara perdamaian di Lebanon selatan,” ujar Politisi PKS ini.

Dalam kesempatan berdialog langsung dengan civitas akademika UNY, Sukamta menyebutkan perlu ada tujuan yang sama untuk menghentikan konflik. Kesadaran masyarakat akan konflik perlu diapresiasi dalam bentuk tindakan nyata.

“Kita mengapresiasi masukan dan banyak aspirasi. Salah satunya, dengan boikot produk Israel. Kita melihat jika hal ini berhasil dilakukan, maka ada kesempatan untuk mengembangkan sekaligus memasarkan produk lokal Indonesia,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Yogyakarta itu.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sudah memberikan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. “Di antaranya bantuan medis, bantuan pangan, dan bantuan keuangan untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur vital di Palestina, seperti rumah sakit,” tutupnya. •dip/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *