#Politik dan Keamanan

Terima Wamenlu Pakistan, Komisi I terima Undangan Tinjau Kesiapan Alutsista

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid ketika ditemui tim Parlementaria selepas Courtesy Call dengan Wamenlu Pakistan di Ruang Dubes, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2023). Foto: Tari/Man.
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid ketika ditemui tim Parlementaria selepas Courtesy Call dengan Wamenlu Pakistan di Ruang Dubes, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2023). Foto: Tari/Man.

Komisi I DPR RI mengungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pakistan mengundang parlemen Indonesia guna meninjau langsung kesiapan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dikembangkan Pakistan. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyebut bahwa pertemuan yang dilakukan dalam bentuk Courtesy Call ini adalah dalam rangka mengembangkan kerja sama antara Indonesia dengan Pakistan, salah satunya yakni kerja sama pertahanan.

“Untuk (kerja sama) pertahanan. Jadi ke depan kita bisa melihat kalau sekarang dalam bidang pertahanan kerja sama pertukaran personil militer itu sudah banyak, secara training, dan lain-lain itu joint exercise sudah masuk dilakukan. Tadi kita juga berpikir bagaimana bisa meningkatkan kerja sama di bidang Alutsista. Jadi, kalau kita bisa saling melengkapi itu bagus,” ungkap Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid ketika ditemui tim Parlementaria selepas Courtesy Call dengan Wamenlu Pakistan di Ruang Dubes, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2023).

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa kerja sama dalam bentuk pertukaran people to people menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Adapun pertukaran tersebut dapat diupayakan melalui pemberian beasiswa maupun pertukaran pelajar di bidang pendidikan. Menurutnya, kalau masyarakat di kedua negara tersebut dekat maka negara itu punya pemahaman yang baik antara satu dengan lainnya

“Tadi beliau menyampaikan untuk (kerja sama people to people dengan) ASEAN memang Pakistan juga sedang menyiapkan skema untuk menambah scholarship untuk ASEAN. Karena kami sama-sama dulunya pernah ikut pertukaran pelajar, kami berdua meyakini betul bahwa pertukaran pelajar ini cara yang paling efektif untuk mendekatkan antara dua negara,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Diketahui, Indonesia dengan Pakistan memiliki kerja sama bilateral yang cukup beragam, mulai dari perdagangan, hingga kerja sama terkait keamanan dan pertahanan. Tahun 2022 lalu, Indonesia-Pakistan melaksanakan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-3 di Bali dan bersepakat untuk merealisasikan Indonesia-Pakistan Security DialogueJoint Defense Cooperation Committee serta menyambut baik terselenggaranya Policy Planning Dialogue ke-3 (24/5/2022). •hal,del,iru/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *