#Non-Isu

Koperasi Pegawai Setjen DPR RI Harus Lebih Kreatif dalam Pengembangan Usahanya

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar foto bersama usai membuka Rapat Akhir Tahun (RAT) Setjen DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Senin (15/5/2023). Foto: Devi/Man.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar foto bersama usai membuka Rapat Akhir Tahun (RAT) Setjen DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Senin (15/5/2023). Foto: Devi/Man.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar berharap agar Koperasi Pegawai Setjen DPR RI lebih mengembangkan gagasan kreatif dengan terobosan-terobosan baru dalam pengembangan usahanya.

“Saya mengapresiasi kepengurusan Koperasi karena sebagaimana diakui oleh Ketua PKP (Pusat Koperasi Pegawai) RI tadi bahwa Koperasi Setjen DPR RI menjadi salah satu koperasi terbaik. Selain tentunya juga SHU (Sisa Hasil Usaha) yang semakin membaik, dan semakin sehat. Walaupun begitu saya berharap agar Koperasi harus lebih kreatif lagi mencari terobosan baru pada pengembangan usaha lain. Tidak hanya konvensional pada simpan pinjam, usaha-usaha makanan jual-beli. Tapi juga mengembangkan gagasan kreatif,” ujar Indra usai membuka Rapat Akhir Tahun (RAT) Setjen DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan Jakarta, Senin (15/5/2023).

Pasalnya, lanjut Indra, ke depan disrupsi itu semakin besar. Sehingga, ia berpesan jangan kaget jika tiba-tiba daya beli rendah, dan koperasi tidak punya terobosan. Oleh karenanya Indra menegaskan Koperasi harus keluar dari bisnis konvensional dan lebih progresif. 

“Misalnya, bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki akses pangan langsung atau penyelenggara logisltik lainnya, seperti Bulog. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan harga sembako murah di bawah harga pasar. Selain memudahkan anggota Koperasi, cara tersebut diyakini Indra juga akan menjadikan lahan bisnis baru koperasi,” pesannya.

Selain itu, Indra mengingatkan keberadaan PPNASN (Pegawai Pemerintah Non ASN) di Setjen DPR RI yang jumlahnya ribuan orang. Hal itu sejatinya menjadi satu target yang harus disasar koperasi. Itu menjadi pangsa pasar yang harus menjadi perhatian Koperasi. Selain tentunya akan memudahkan PPNASN mendapatkan akses pinjaman, dan pembelian barang, juga akan menjadikan lahan bisnis baru yang akan semakin bisa mengembangkan dan memajukan koperasi itu sendiri.

Sementara itu, Ketua Koperasi Setjen DPR RI Hiphi Hidupati mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan arahan dari Sekjen DPR RI terhadap Koperasi. Hiphi juga mengamini masukan Sekjen DPR RI agar lebih kreatif dalam pengembangan usaha Koperasi yang sejak Juni 2022 lalu diketuainya. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa sejatinya kerja sama dengan lembaga penyelenggara logistik juga telah dilakukan sebelumnya. Namun hal tersebut diakuinya belum maksimal. Terutama saat pengadaan sembako di bulan suci Ramadan, Koperasi bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia/ID Food.

Untuk diketahui, ID Food merupakan perusahaan BUMN (Badan usaha milik Negara) yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian BUMN sebagai salah satu BUMN Holding Pangan. Selain itu Koperasi juga telah melakukan pendirian kafe, yang akan disusul kafe berikutnya dengan rencana akan dibangun di atas toko Koperasi.

“Atas arahan dari Sekjen DPR, dan para deputi, kami juga sudah bekerja sama dengan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) dalam penyediaan air minuman kemasan. Ke depan kami juga akan mencoba untuk menyediakan snack ke AKD. Terkait PPNASN, kami juga telah mendiskusikan hal itu, dan kami akui itu menjadi target yang sangat baik. Namun, hal itu masih harus dibicarakan lebih jauh lagi,” jelas Hiphi. •ayu/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *