
Ketua Panja AI Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo saat meninjau laboratorium AI di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten.|Foto: Chasbi/jk
PARLEMENTARIA, Tangerang – Ketua Panitia Kerja (Panja) Akal Imitasi (Artificial Intelligence/AI) Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI di lingkungan kampus diperlukan dengan panduan penggunaan yang bijak dan beretika. Hal ini penting agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengurangi kemampuan kognitif dan kreativitas mahasiswa.
“Salah satunya yang disampaikan adalah bagaimana penerapan AI itu digunakan secara bijak di ruang kampus, itu yang diinginkan dari UMN, ada semacam guidance untuk penggunaan AI itu,” ujar Bramantyo kepada Parlementaria usai melakukan kunjungan kerja spesifik Panja AI BKSAP DPR RI ke Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, Senin (28/9/2026).
Ia melanjutkan, kehadiran teknologi AI di satu sisi memang memberikan efektivitas, efisiensi kerja, dan mempercepat proses analisis. Namun di sisi lain, jika digunakan tanpa batas, teknologi ini berpotensi menurunkan daya berpikir kritis generasi muda.
“Sebagaimana kita ketahui memang AI di sisi lain memberikan efektivitas, efisiensi kerja dan juga semakin mempercepat analisa, tapi di sisi lain mengurangi daya kognitif dari putra-putri kita. Nah yang ingin kita dapatkan adalah mendapatkan keuntungan dari dunia AI tapi mahasiswa memahami penggunaan AI ini harus dengan bijak,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Ia berterima kasih atas masukan dari sivitas akademika UMN yang menjadi bekal penting bagi Panja AI BKSAP. Kolaborasi antara DPR RI dan dunia kampus diharapkan dapat menghasilkan produk legislasi yang tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga menjawab tantangan dan menciptakan keadilan bagi masyarakat.
"Di satu sisi kita menginginkan industri ataupun teknologi AI ini berkembang, tapi di sisi lain ada yang namanya pengamanan-pengamanan untuk ke masyarakat,” tutupnya. (ccm/rdn)