
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak saat mengikuti kunjungan kerja ke Politeknik Kelautan dan Perikanan di Sidoarjo, Jawa Timur.|Foto: Devi/Karisma
PARLEMENTARIA, Sidoarjo - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak mendorong penguatan sarana dan prasarana Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di bidang kelautan dan perikanan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Senin (28/9/2026).
Hanan mengapresiasi keberadaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo yang telah berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja terampil. Menurutnya, sebagian besar alumni telah terserap di dunia kerja, termasuk pada sektor industri kelautan dan perikanan.
“Alumni-alumninya selain mendapatkan ijazah, mereka juga mendapatkan sertifikat kompetensi sehingga dunia kerja tidak ragu. Mereka kuliah selama tiga tahun dan selama satu tahun praktik di dunia industri,” ujar Hanan.
Namun demikian, Hanan menilai masih diperlukan perhatian terhadap sejumlah fasilitas pendukung pendidikan dan asrama. Salah satunya kapasitas ruang makan yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang tinggal di asrama.
Selain pembangunan dan peningkatan fasilitas, Hanan juga mendorong optimalisasi kembali bangunan-bangunan lama yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, sarana yang masih dapat difungsikan perlu diaktifkan kembali untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan mahasiswa.
Di sisi lain, Hanan menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di bidang kelautan dan perikanan. Direktur dan para dosen diharapkan terus menyesuaikan kurikulum dan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Komisi IV DPR akan merekomendasikan usulan-usulan yang disampaikan. Tentunya harus tertulis dan nantinya melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.
Hanan menegaskan, dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan perlu dilakukan secara menyeluruh. Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. (dep/we)