Syaiful Huda Tidak Setuju Pandangan Siswa-Siswi SMP Menari Dikaitkan Budaya Luar

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: Dep/nr

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: Dep/nr

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menekankan dirinya tidak setuju jika ada pandangan siswa-siswi SMP yang menari, dikaitkan dengan budaya luar. Sebelumnya, viral video di media sosial yang menunjukkan ada siswa-siswi SMP berdansa di satu sekolah di Bogor. Sebagian publik (warganet) menilai bahwa budaya menari siswa-siswi itu merupakan budaya dari luar negeri.

Namun, Syaiful menekankan pandangan sebagian publik tersebut tidak relevan dengan konteks yang dimaksud. Pasalnya siswa-siswi SMP di Bogor tersebut merupakan atlet dance sport yang menjuarai turnamen di Jawa Barat.

“Ada beberapa hal menurut saya. Yang pertama apa yang di-performance-kan, apa yang ditunjukkan teman-teman SMP Bogor itu dipastikan mereka atlet dance sport,” kata Syaiful dalam keterangan tertulis yang diterima tim Parlementaria, Selasa (17/1/2023).

Maka dari itu, karena mereka merupakan juara, menurutnya, konteks yang dikaitkan akan lebih tepat jika dilihat dari perspektif olahraga dansa. Lebih lanjut, Syaiful menilai bahwa warganet sering kali membandingkan hal seperti ini dengan budaya di luar negeri. Sebaliknya, masyarakat seharusnya dapat mengambil hal positif apa pun yang berasal dari luar negeri.

“Saya kurang setuju ya cara pandang yang sering kali serta-merta bahwa ini budaya luar dan seterusnya, dan selalu menghadap-hadapkan antara kita yang punya dengan yang di luar. Cara pandang ini, menurut saya, kurang tepat di tengah era yang begini luar biasa. Karena itu, yang terbaik adalah menyikapinya dengan cara apa yang masuk kita cari konvergensinya. Kita cari titik temu terbaiknya, pada konteksnya,” kata Politisi PKB ini.

Syaiful menekankan, terkait konteks nilai, perlu dicari nilai terbaik dari budaya luar. Sehingga, menurutnya, budaya luar nggak bisa sepenuhnya disalahkan, siswa-siswa yang menari pun tidak bisa disalahkan, terlebih mereka atlet. Cara pandang menghadap-hadapkan tersebut menurutnya kurang relevan.

Sebelumnya, di media sosial (medsos) viral potongan video pasangan siswa-siswi berdansa di sekolah yang disaksikan siswa-siswi lainnya. Ada yang mengapresiasi, tapi tidak sedikit pula yang mencibir bahwa generasi muda, khususnya yang beragama Islam, sudah mulai dipengaruhi budaya asing. Adapun pihak sekolah pun telah memberi klarifikasi. Adapun klarifikasi yang diberikan pihak sekolah, yakni bahwa pasangan siswa-siswi yang viral itu adalah atlet olahraga dance sport dan sebagai pemenang medali emas PORPROV Jabar 2022. •hal/rdn

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)