Serap Masukan, Komisi I Sambangi Wali Nanggroe Aceh

[Wakil Komisi I DPR RI Utut Adianto. Foto: Runi/nvl]

 

Wakil Komisi I DPR RI Utut Adianto didampingi Anggota Komisi I DPR RI Fadhullah melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Alhaytar. Utut menjelaskan, maksud dari kedatangannya tersebut untuk bersilaturahmi dan mendapatkan sejumlah masukan-masukan guna memperbaiki Provinsi Aceh kedepannya. Teramsuk masukan-masukan yang terungkap pada pertemuan malam itu, yakni Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang selama ini dinilai masih belum berjalan dengan baik.

 

“Pada pertemuan malam ini kami tadi berbincang banyak hal. Untuk itu setelah pertemuan malam ini, akan kita teruskan serta dikomunikasikan di Jakarta mulai dari pihak-pihak terkait yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementrian ATR/BPN, Kepala Staf Kepresidenan dan juga Gubernur Provinsi Aceh bisa membahas secara bersama terkait persoalan tersebut,” kata Utut di Kompleks Meuligoe, Provinsi Aceh, Sabtu (11/6/2022) malam.

 

Sebagaima diketahui ada beberapa butir dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU PA) yang belum berjalan dengan baik sesuai harapan pemerintahan Aceh, seperti, bendera sebagai simbol wilayah, kemudian permasalahan pertanahan dan juga permasalahan implementasi lainnya dari MoU Helsinki.

 

“Ini pertama kali saya melakukan kunjungan silaturahmi ke Pak Wali Nanggroe Aceh karena kita ketahui beliau adalah tokoh yang sangat dihormati di Aceh. Kalau kita memahami suatu culture kita harus datang ke tokoh yang sangat dihormati. Dan saya senang sekali bisa bertemu (Wali Nanggroe Aceh), berkat bantuan Pak Fadhullah,” imbuh politisi PDI-Perjuangan tersebut.

 

Sementara Anggota Komisi I DPR RI Fadhullah mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga telah disampaikan sejumlah masukan seperti permasalahan MoU Helsinki yang belum tuntas. Sehingga hal tersebut akan didiskusikan oleh pemerintah pusat terutama masalah pertanahan, ataupun masalah bendera dan hal lainya.

 

”Insya allah masukan-masukan dalam pertemuan malam ini, akan kami bawa ke Gedung DPR RI dan akan kita lakukan pembahasan sesuai apa yang dikatakan tadi Pimpinan Komisi I akan dikomunikasikan dengan pemerintah,” komitmen politisi Partai Gerindra tersebut.

 

Sementara Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Alhaytar mengatakan rasa syukur dan bangga atas kedatangan Komisi I DPR RI. Ia berharap kedatangan DPR RI bisa memberikan jalan keluar terkait persoalan-persoalan di Aceh, agar masalah di Serambi Mekkah itu dapat terselesaikan. Turut mendampingi, Wakapolda Aceh Brigjen Agus K Sutisna, mantan rektor Unsyiah Syamsul Rizal, Staf Ahli Wali Kamaruddin Abubakar dan Rafiq, serta Bupati Pijay Aiyub. (rni/sf)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)