Sektor Pariwisata Jembarana Jadi Motor Penggerak SDGs dan Perekonomian

 
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana saat memimpin kegiatan BKSAP SDGs Day. Foto: Singgih/nvl

DPR RI memiliki peran penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tingkat nasional dan juga di tingkat lokal, dalam rangka mengakselerasi pembangunan berkelanjutan khususnya pada sektor pariwisata. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana saat memimpin kegiatan BKSAP SDGs Day di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa (31/8). 

“Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia dan Kabupaten Jembrana secara spesifik memiliki keunggulan sektor pariwisata yang bisa dijadikan sektor penggerak pencapaian SDGs dan pemulihan ekonomi,” ungkap Putu. 

Lebih lanjut Putu menyampaikan, secara geografis letak Kabupaten Jembrana sangat strategis. Jembrana menjadi pintu gerbang utama di Bali bagian barat yang menghubungkan dengan Pulau Jawa, di mana para wisatawan baik domestik maupun mancanegara banyak melakukan transit di Jembrana. 

“Oleh karena itu, kami berkunjung ke Jembrana guna menyuarakan program-program yang ada di pusat, yang mungkin saja bisa disalurkan ke daerah. Jembrana memiliki potensi yang begitu luar biasa, bukan hanya pada bidang seni budaya saja seperti makepung, jegog dan kulinernya, tetapi saya baru tahu juga potensi tenunnya yang luar biasa,” ungkapnya. 

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa Jembrana juga memiliki potensi perikanan dan kelautan yang dapat menjadi kekuatan utama untuk bersinergi dengan kekuatan perekonomian sebagai destinasi pariwisata. 

“Jembrana juga memiliki sekolah di bidang kesehatan sehingga dapat mencetak banyak tenaga untuk program-program penanganan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan yang nampaknya akan terus wajib untuk dilaksanakan,” ujar Putu. 

Sementara terkait pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, Putu berharap segera bisa terealisasi. Seperti diketahui tol ini akan melewati 5 kecamatan di Jembrana sepanjang 54 km, nantinya total keseluruhannya sepanjang 95 km. 

“Ini kita akan kawal juga, agar waktu tempuh yang sebelumnya lama bisa dipangkas sehingga lebih cepat, bukan sampai disana saja  secara desain juga harus menampung kearifan lokal, agar dijalan itu juga mengakomodir masyarakat lokal untuk bisa menjual produk UMKM-nya, dan perekonomian masyarakat juga di-support. Jadi bukan jalannya saja yang penting, namun lebih kepada memberikan dampak atau sumbangsih yang besar kepada msyarakat dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya. 

“Kami hadir dari ada Komisi VI, ada Komisi IV, V, IX, XI dan komisi VIII,  inilah menjadi bedanya BKSAP karena yang hadir adalah lintas fraksi dan lintas komisi. Jika hanya komisi yang hadir hanya fokus pada satu hal, tapi BKSAP hadir guna menampung berbagai hal,” pesan Putu.  skr/es

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)