Saadiah Uluputty: Jangan Abaikan Tanaman Kebun Jadi Komoditas Unggulan

Anggota Komisi IV DPR RI Saadiyah Uluputty saat mengikut Rapat Kerja Komisi IV DPR RI Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (16/1/2022). Foto: Mentari/nr

Anggota Komisi IV DPR RI Saadiyah Uluputty saat mengikut Rapat Kerja Komisi IV DPR RI Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (16/1/2022). Foto: Mentari/nr

Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan peremajaan tanaman kebun seperti pala, cengkeh, dan kelapa. Hal ini menjadi perhatiannya karena dirinya menyayangkan sikap Kementan yang abai memberdayakan potensi tanaman kebun ini. Padahal, para petani di Maluku dan Maluku Utara siap menghasilkan komoditas unggulannya. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah tidak mengabaikan tanaman kebun jadi komoditas unggulan.

“Saya sedih cengkeh dari dulu ternyata impor. (Padahal) sudah sering saya sampaikan (kepada Kementan) agar ada perhatian serius untuk tanaman rempah, khusus cengkeh, pala, dan kelapa. Ini komoditi yang sebenarnya, memang tidak berdampak langsung kepada pangan kita, tetapi berdampak pada penciptaan komoditi ekspor,” ungkap Saadiyah dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sekaligus Rapat Dengar Pendapat dengan Perum Bulog, PT RNI, ID FOOD, dan PT Pupuk Indonesia di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (16/1/2022).

Sikap abai ini terbukti dari hasil kunjungan dirinya ke beberapa lokasi perkebunan di Maluku tahun 2022 lalu. Dari hasil pengamatannya, ia melihat sejumlah kebun petani, khususnya cengkeh, mati akibat para petani dibiarkan mengelola apa adanya tanpa dukungan dari Kementan maupun pemerintah setempat. Sehingga, baginya, peremajaan komoditas kebun harus jadi program utama Kementan tahun ini.

“Jadi, Saya minta agar ada satu program seperti konsep pengembangan tanaman perkebunan secara terpadu dari hulu sampai hilir. Kita punya produk sebenarnya unggul tetapi tidak dikelola dengan baik. Masyarakat dibiarkan saja mengelola tanaman rakyat mereka dengan apa adanya. Padahal, keinginan petani untuk menanam itu tinggi,” cetus politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI itu.

Oleh karena itu, ia menegaskan kepada Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian agar mendukung sekaligus mendampingi para petani kebun untuk memperbaiki kualitas sekaligus produktivitas hasil kebun unggulan. “Adanya program yang men-support petani-petani kita di sektor perkebunan ini agar produktivitasnya, kemakmuran, kesejahteraan mereka itu bisa dinaikan dari waktu ke waktu, harus ada perbaikan,” tandas Legislator Daerah Pemilihan Maluku itu. •ts/rdn

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)