Rawan Penyelundupan Senjata, Eva Yuliana Minta Awasi Ketat Perbatasan dengan Filipina

Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana. Foto: Jaka/nr

Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana. Foto: Jaka/nr

Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan di perbatasan dengan Filipina. Hal ini dilakukan menyusul ditangkapnya Anton Gobay terkait kepemilikan senjata api ilegal di Filipina yang disebut akan dijual di Papua. Menurutnya, pembelian senjata api ilegal dari Filipina bukan kali pertama terjadi.

”Filipina Selatan menjadi salah satu wilayah rawan penyelundupan senjata ke Indonesia. Sebelum ditangkapnya Anton Gobay, ada pula kasus transaksi senjata api ilegal dari Filipina ke Indonesia.  Pengawasan di perbatasan laut kita harus diperketat, sehingga penyelundupan bisa digagalkan,” ungkap Eva dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Parlementaria, Sabtu (14/1/2022).

Legislator Partai Nasdem dari Dapil Jawa Tengah V itu meminta Polri untuk terus mengusut jaringan atau kelompok yang terkait dengan Anton Gobay. Bahkan, ia meminta Anton Gobay dibawa ke Indonesia untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tentunya kita mengapresiasi Kepolisian Filipina yang telah menangkap yang bersangkutan. Kita juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera membawa tersangka tersebut ke Indonesia untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas eva.

Diketahui, Anton Gobay ditangkap Kepolisian Filipina terkait kepemilikan senjata api (senpi) laras panjang ilegal pada sabtu (7/1). Pilot Indonesia yang bekerja di Filipina itu ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina. •we/aha

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)