Optimalkan Wisata Berbasis Masyarakat, Komisi X Tegaskan Pendampingan Merata

Foto bersama Tim Kunspek Komisi X DPR RI di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Foto: Saum/Man

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan pendampingan pengelolaan potensi desa wisata berbasis masyarakat harus merata dilaksanakan di Indonesia. Jika terjadi ketimpangan pendampingan akibat lebih memilih destinasi prioritas, para pengelola desa wisata akan susah untuk mandiri, kehilangan arah sekaligus suli memperoleh dukungan dari berbagai pihak.  

“Agar berkembang dengan baik, setiap desa yang berpotensi menjadi desa wisata harus mendapat pendampingan,” terang Ledia saat ditemui Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panja Desa Wisata dan Kampung Tematik Komisi X DPR RI ke Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (17/9).  

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI itu turut menyoroti soal nomenklatur desa di tingkat kabupaten. Menurutnya, akibat nomenklatur tersebut, desa yang berada di dalam kota mengalami masalah pelik untuk mendapatkan pembiayaan serta bantuan untuk meningkatkan kualitas potensi wisata. 

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan Kemenparekraf. Nomenklatur harus dua, yaitu desa wisata dan kampung tematik. Karena kalau desa tidak dikenal di kota. Sementara ada banyak kota, di antaranya ada desa yang punya potensi wisata yang luar biasa,” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I tersebut.  ts/sf

Komisi X Berharap Pemerintah Serius Dukung Desa Wisata

Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki. Foto: Agung/Man

Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki mendorong agar pemerintah dapat lebih serius dalam mendukung keberadaan desa wisata. Dalam Kunjungan Kerja Panja Desa Wisata dan Kampung Tematik Komisi X DPR RI ke Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang kali ini, Zainuddin melihat ada beberapa aspek yang harus diperkuat bagi desa wisata di Indonesia.  

“Menurut saya yang perlu di-support seperti bimbingan bantuan konsultasi dalam merancang atraksi yang bagus agar bisa jadi daya tarik. Lalu pendorongan agar ada kolaborasi dengan UMKM setempat,” terangnya di sela-sela mengunjungi Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/9). Adapun di Desa Wisata Pujon Kidul, menurut Zainuddin mereka berkembang atas inisiatif sendiri.  Tampaknya dukungan dari pihak pemerintah belum terlalu banyak.

Desa ini kata Zainuddin memang disokong oleh komitmen warganya yang bersemangat dalam melakukan inovasi membuat atraksi wisata yang memikat pengunjung ke desa mereka. Untuk itulah, Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional DPR RI itu berharap pemerintah dapat memaksimalkan pendampingan, khususnya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).  ah/sf

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)