Legislator Dukung Penguatan Program Perikanan Budi Daya

[Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan saat sosialisasi kebijakan perikanan budi daya. Foto: Ist/Man]

 

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendukung kebijakan yang bertujuan memperkuat kinerja perikanan budi daya di  tanah air. Menurutnya sektor budidaya merupakan masa depan dunia perikanan, karena minim dengan adanya gangguan iklim. Namun demikian saat ini perikanan budi daya masih terkendala dengan tingginya harga pakan, sehingga perlu kebijakan khusus untuk merealisasikan program unggulan perikanan budi daya.

 

Johan ingin memperkuat kinerja perikanan budi daya agar mampu mencapai target kinerja yang optimal. “Pada tahun ini target produksi perikanan budi daya yakni budi daya ikan sebesar 8,69 juta  ton dan rumput laut sebesar 11,85 juta ton serta produksi ikan hias yang ditargetkan mencapai 2,1 miliar ekor harus diupayakan mencapai target agar terjadi peningkatan nilai tukar pembudidaya ikan yang bisa mencapai target 103 poin,” papar Johan dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Senin (28/3/2022).

 

Politisi PKS ini mengatakan, semua kegiatan prioritas dari perikanan budi daya bermuara pada mewujudkan kesejahteraan pembudidaya ikan dan masyarakat perikanan pada umumnya. “Saya berharap semua program prioritas seperti pembangunan budi daya udang berbasis Kawasan, kampung perikanan budi daya, premi asuransi usaha, kebun bibit rumput laut, bioflok serta pembangunan model budi daya komoditas lokal dan lain-lain akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat perikanan,” ucapnya.

 

Selain itu ia juga mendorong pemerintah untuk memperbanyak jenis dan penyaluran bantuan untuk pembudidaya ikan. “Penyaluran bantuan pemerintah mesti diperbanyak terutama penyaluran benih tawar, payau dan laut serta penyaluran calon induk dan bibit rumput laut. Di sisi lain perlu penguatan pembangunan model budi daya komoditas lokal dan peningkatan penyaluran pakan mandiri dan berbagai alat berat dan eskavator demi majunya perikanan budi daya secara nasional,” kata Johan.

 

Ia berharap bisa segera direalisasikan berbagai pengembangan kawasan budi daya khususnya di berbagai lokasi yang terdapat di Pulau Sumbawa seperti kawasan budi daya lobster yang dikhususkan untuk membantu para pembudidaya lobster. “Sangat perlu dikembangkan kawasan budi daya rumput laut di daerah sentra kawasan rumput laut, demikian juga kawasan budi daya lainnya seperti budi daya kepiting dan kakap putih,” urainya.

 

Johan menjelaskan, Komisi IV DPR RI selaku mitra pemerintah telah banyak memberikan support pada kinerja pemerintah agar mampu berbuat optimal seperti dukungan peningkatan anggaran sektor kelautan dan perikanan, pengawasan realisasi anggaran yang telah mencapai 98,88 persen. “Saya selalu menekankan agar Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) agar merealisasikan program prioritas yang bersentuhan dengan rakyat dan memperbaiki pola pemberian bantuan agar lebih tepat guna dan tepat sasaran," tandasnya.

 

Ia mengimbau KKP untuk melakukan pengembangan budi daya berbasis pada komoditas ekspor serta memperkuat pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. "Kedua hal tersebut mesti dijadikan program unggulan agar nilai ekspor kita semakin meningkat dan daya saing produk perikanan kita juga semakin baik. Penataan kampung perikanan budidaya harus lebih serius dikelola KKP demi meningkatkan kegiatan ekonomi perikanan berbasis potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Johan. (dep/aha)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)