Komisi X Tinjau Efektivitas Program Sekolah Bergerak di Bekasi

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda foto bersama usai memimpin Tim Kunspek Komisi X DPR RI meninjau program Sekolah Penggerak di SMAN 14 Bekasi. Foto: Taufan/nvl

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menjelaskan, program sekolah motivasi atau Sekolah Penggerak dipercaya dapat menjadi cara akselerasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui penciptaan peserta didik Pancasila. 

Huda menambahkan, program ini berfokus pada pengembangan holistik hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, dimulai dengan sumber daya manusia yang unggul (kepala sekolah dan guru). Kepala sekolah dan guru dianggap sebagai motor penggerak dalam menumbuhkan kompetensi dan karakter yang dapat dikembangkan.  

“Program sekolah penggerak ini merupakan program unggulan dari Kemendikbudristek yang bertujuan menjadikan sekolah sebagai penggerak transformasi perubahan dimasa-masa yang akan datang, kita ingin melihat bagaimana kesiapan dari kepala sekolah dalam menggerakan sekolahnya sesuai atau tidaknya dengan program tersebut,” jelas Huda saat memimpin Tim Kunspek Komisi X DPR RI meninjau program Sekolah Penggerak di SMA Negeri 14 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/9). 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan, agar menyukseskan program sekolah bergerak, setiap kepala sekolah tidak boleh terjebak dalam urusan manajemen saja, tetapi harus tahu persis proses pembelajaran termasuk menggerakan guru dan seluruh aktivitas yang ada di sekolah.

Selain itu, perlu adanya hubungan yang setara antara kepala sekolah dan guru dalam menciptakan program sekolah yang mendukung pembelajaran yang berpartisipasi aktif dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mandiri dan relevan. Sebab hubungan kekuasaan yang tidak seimbang antara kepala sekolah dan guru menyebabkan sekolah mandek dalam menciptakan ekosistem sekolah yang baik. 

“Kita akan lihat efektif atau tidaknya program ini nanti, memang sekarang ini belum terlihat karena masih baru, kuncinya ialah seluruh pihak yang ada di sekolah itu harus bersatu, bersama-sama termasuk kepala sekolah harus tahu bagaimana proses pembelajarannya termasuk menggerakan guru dan aktivitas yang ada, karena kolaborasi adalah kunci,” tutup legislator daerah pemilihan Jawa Barat VII tersebut.  tn/sf

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)