Komisi X DPR RI Tampung Aspirasi Penambahan dan Perbaikan Fasilitas Sekolah di Demak

[Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat mengunjungi sekolah-sekolah dan wisata di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2022). Foto: Ayu/Man]

 

Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Demak, Jawa tengah menerima sejumlah masukan terkait permintaan fasilitas olahraga dan renovasi ruang kelas dari sekolah-sekolah di Kabupaten Demak. Sebab fasilitas yang cukup akan menunjang siswa dalam mendorong proses belajar mengajar serta meningkatkan prestasi.

 

“Kami tadi mengunjungi berberapa sekolah di Kabupaten Demak. Disana selain melihat langsung kondisi sekolah dan proses belajar mengajar, kami juga menerima masukan, aspirasi berupa permintaan fasilitas olahraga  di beberapa sekolah dan renovasi ruang kelas di salah satu sekolah,” ujar Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat mengunjungi sekolah-sekolah dan wisata di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2022).

 

Dijelaskan Politisi dari Fraksi PKS ini, saat mengunjungi SMAN 3 Demak, pihaknya mendapati satu keistimewaan dari SMAN 3 Demak, yakni memiliki satu kelas khusus olahraga. Dimana di kelas tersebut banyak atlet didalamnya. Sehingga perlu perhatian khusus. 

 

Pasalnya, seorang atlet jika tidak dilakukajn pembinaan sejak awal atau sejak dini, maka prestasinya pasti akan terus menurun. Hal ini tentu yang harus dicegah. Sementara guru olahraga di sekolah tersebut telah mengantongi sertifikat pelatih level 2. Hal tersebut menurut Ledia, selain harus diapresiasi,  juga dukungan untuk pembinaannya.

 

Selain itu dalam kunjungannya ke Demak, tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI juga menerima masukan berupa permintaan renovasi ruang kelas di salah satu sekolah di Demak, Jawa tengah. Konon, menurut informasi dari kepala sekolah dan guru SMP tersebut, kelas tersebut sudah 25 tahun tidak dilakukan perbaikan atau renovasi. Tentu kondisinya cukup memprihatinkan.

 

“Kami tentu sangat mendukung penambahan fasilitas. Bisa melalui DAK (dana alokasi khusus) Fisik. Namun DAK Fisik itu basisnya harus ada proposal dari daerah. Artinya sekolah bisa memasukannya kepada dinas, kemudian oleh daerah akan diajukan ke pemerintah pusat. Ini yang tidak diketahui oleh sekolah-sekolah. Jadi silahkan saja ajukan proposal permintaan berbagai fasilitas dan renovasi ke Dinas, kemudian ke daerah. Dan daerah yang akan mengajukan ke pusat,” papar Ledia. (ayu/aha)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)