Komisi VIII Pantau Kinerja Mitra Kerja di Manggarai Barat

[Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily saat memberikan sambutan dalam pertemuan di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Senin (21/2/2022). Foto: Kiki/nvl]

 

Komisi VIII DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily melakukan kunjungan kerja reses ke Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan pengawasan secara langsung terkait kinerja mitra kerja, khususnya pada peningkatan pengelolaan pendidikan keagamaan, kebencanaan, bantuan sosial, dan pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

 

“Dalam kunjungan ini kami melaksanakan tugas dan bertatap muka secara langsung terkait peningkatan pengelolaan pendidikan keagamaan, kebencanaan, bantuan sosial, dan pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak,” kata Ace saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Manggarai Barat, Kepala BPBD, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Dinas Sosial Manggarai Barat, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Manggarai Barat, di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Senin (21/2/2022).

 

Komisi VIII DPR, kata Ace, mendukung segala upaya pemerintah, khususnya Kementerian Sosial dalam membantu masyarakat yang terdampak dari pandemi Covid-19. Selain itu, Komisi VIII DPR juga secara serius akan mengawasi penanganan kemiskinan oleh Kemensos. “Komisi VIII mendukung upaya dari pemerintah agar dampak sosial dari Covid-19 jangan sampai betul-betul membuat masyarakat menjadi jatuh miskin, karena itu berbagai program-program diantara Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan lain sebagainya dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Ace.

 

Selain itu, Ace menambahkan, Komisi VIII DPR juga memberikan perhatian khusus terhadap kerukunan umat beragama di NTT, terutama di Manggarai Barat agar dapat berjalan dengan baik. Karena kita ketahui bahwa Labuan Bajo merupakan wilayah destinasi wisata dunia kelas premium yang sudah terkenal di dunia, diharapkan dapat menampilkan budaya dan tradisi bangsa Indonesia yang terkenal dengan toleransi serta moderat sehingga terciptanya kerukunan umat beragama.

 

“Manggarai Barat di NTT ini juga sebagai daya tarik yang berada posisi yang strategis, karena kita tahu bahwa di Labuan Bajo merupakan wilayah destinasi wisata dunia kelas premium, tentu proses interaksi masyarakat antar pulau dan antar internasional sudah terbangun dengan baik dan itu jika tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik sosial. Dan sebagai daerah ring of fire, Manggarai Barat, menurut kami tidak bisa lepas dari kondisi kebencanaan,” jelas politisi Partai Golkar itu.

 

Terakhir, dalam hal perlindungan perempuan dan anak, Komisi VIII DPR memiliki perhatian serius terhadap upaya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Ace berharap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual dapat ditekan dengan baik oleh pemerintah. Turut hadir sejumlah Anggota Komisi VIII DPR RI, di antaranya Paryono, Subarna, M. Ali Ridha, Lisda Hendra Joni, Nur Azizah Tamhid, Ina Ammania, Achmad, Matindas J. Rumambi, Anisah Syakur, dan Umar Bashor. (qq/sf)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)