Komisi VII Dapatkan Gambaran Utuh Aktivitas Tambang Grasberg

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR RI ke PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua. Foto: Devi/nvl

Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengatakan, Komisi VII telah mendapatkan gambaran yang utuh mengenai aktivitas secara keseluruhan di Tambang Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI). Maman menyampaikan, kondisi Tambang Grasberg saat ini sudah berhenti beroperasi secara penambangan terbuka. Metode pertambangannya berubah menjadi penambangan bawah tanah (underground mining). 

“Kita apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Inalum dan PT Freeport Indonesia karena hampir seratus persen karyanya dilakukan oleh anak bangsa,” ucap Maman saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR RI ke PT Freeport Indonesia, di Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (25/9). 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, Komisi VII DPR RI akan terus mendorong PTFI untuk bersama-sama dengan PT Inalum dapat mengembangkan potensi tambang yang ada di Freeport. 

“Kalau melihat dari potensi tambang yang ada, sebetulnya masih panjang aktivitas yang masih bisa dilakukan, yakni lebih dari 50 tahun. Artinya masih punya prospek besar ke depan. Oleh karenanya, Komisi VII akan terus mendorong dan men-support hal-hal yang memang kita anggap bisa melancarkan proses pengembangan di lapangan ini,” ujarnya. 

Dikatakannya, Komisi VII DPR RI berharap, apapun yang dilakukan oleh PTFI, maka kepentingannya harus mengacu pada kepentingan nasional. Bisa memberikan kemanfaatan yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya bagi negara. Baik buat pendapatan negara dari segi royalti, PNBP, dan juga bagi masyarakat setempat. 

“Dan kita juga banyak mendapat laporan bahwa program CSR (corporate social responsibility) PT Freeport cukup berjalan optimal. Baik di seputar wilayah area penambangan dan juga di seluruh Provinsi Papua,” ungkapnya. 

Sementara itu Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam paparannya menyatakan betapa pentingnya keberadaan perusahaan tambang berkelas dunia yang sekarang mayoritas sahamnya dimiliki Indonesia.

“(Kepemilikan saham) 51,2 persen, dan kita perlu berbangga bahwa ada tambang kelas dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Keberadaan kami di sini juga harus memberikan manfaat, bukan hanya bagi negara tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kami,” kata Tony kepada Komisi VII DPR RI.  dep/es

Komisi VII Minta Pemerintah Dukung PT Semen Bosowa Maros

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau aktivitas PT Semen Bosowa Maros. Foto: Ica/nvl

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam memaparkan, industri semen saat ini tengah tertekan, salah satunya karena lonjakan harga batu bara yang cukup signifikan. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah untuk memberikan arahan dan dukungan bagi industri semen, terlebih di situasi pandemi saat ini yang semakin menurunkan tingkat konsumsi terhadap semen. 

“Pemerintah harus mempersiapkan, salah satunya dengan Domestic Market Obligation (DMO) untuk kebutuhan pabrik-pabrik semen,” papar Ridwan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT. Semen Bosowa Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (23/9). 

Untuk diketahui, DMO merupakan kewajiban produsen batu bara domestik untuk memasok produksi batu bara bagi kebutuhan dalam negeri. Ridwan menyampaikan jangan sampai seluruh bata bara diekspor, sehingga melupakan kebutuhan batu bara dalam negeri. 

Permasalahan lainnya yang dihadapi oleh PT Semen Bosowa adalah mengenai pasar. “Semestinya ada kebijakan makro dari pemerintah yang mengharuskan seluruh proyek-proyek pemerintah menggunakan semen dalam negeri, sehingga pabrik semen dalam negeri dapat terbantu. Terlebih sekarang juga banyak pabrik-pabrik semen dari Cina,” jelas politisi Partai Golkar itu. 

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Semen Bosowa Maros Subhan Aksa menyampaikan keluhan terkait batu bara. Dimana, sekitar 70 persen semen terbuat dari batu bara, sedangkan harga batu bara tidak terkontrol (naik) dapat berpengaruh terhadap harga semen. “PT. Semen Bosowa harus menyesuaikan dengan permintaan. Tetapi, kalau harga terus naik, maka perusahaan juga harus melakukan penyesuaian,” ujar Subhan.  ica/es

 

Lembaga Riset Dilebur ke BRIN, Komisi VII Kunjungi P3Tek KESDM

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat meninjau P3TKEBTKE/P3Tek. Foto: Andri/nvl

Komisi VII DPR RI meninjau Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi  Energi  (P3TKEBTKE/P3Tek), Kementerian ESDM, guna memantau implementasi Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 yang mensyaratkan seluruh lembaga riset kementerian dan lembaga akan bergabung di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek). 

“Secara kelembagaan dan SDM seperti apa itulah yang kami telusuri. Peleburan menjadi BRIN tentunya tidak mudah, ada hal-hal yang memerlukan kecermatan. Dengan bergabungnya ke BRIN, kita berharap riset-riset dan penelitian yang ada jauh lebih baik dan maju,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau P3TKEBTKE/P3Tek Kementerian ESDM di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/9). 

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan, integrasi atau peleburan lembaga litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) ke dalam BRIN, konsekuensinya penelitian di badan, kementerian dan lembaga harus menjadi satu ke dalam BRIN. Menurutnya, secara teori peleburan ini tidak secepat yang diinginkan, melainkan harus bertahap. Karena dalam peleburan kelembagaan ini yang akan pindah di antaranya SDM, anggaran, hingga fasilitas dan sarana prasarana yang tentunya memerlukan waktu. 

“Tidak serta merta fungsi ristek ini bisa dikerjakan oleh BRIN, minimal 3-4 tahun baru bisa berjalan baik. Kami juga mengecek langsung produk dan penemuan inovasi seperti apa yang dikembangkan Litbang P3Tek. Kita berharap riset-riset ini terus dikembangkan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Mulyanto.  man/sf

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)