Komisi V Dorong Peningkatan Sistem Pendidikan di PTDI-STTD

 
Foto bersama Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan jajaran PTDI-STTD. Foto: Chasbi/Man

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai bahwa sistem pendidikan sekolah kedinasan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) perlu terus ditingkatkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pengembangan teknologi khususnya di bidang transportasi darat.

“Tadi banyak teman-teman (Anggota Komisi V DPR RI) memberi apresiasi yang luar biasa kepada direktur PTDI-STTD ini karena telah menampilkan dan mempertontonkan suatu yang memiliki dinamika positif untuk masyarakat kita di masa yang akan datang,” kata Ridwan usai memimpin memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan Dirktur PTDI-STTD beserta jajaran di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/9).

Ridwan menyadari bahwa akses jalan darat di Indonesia sangat banyak. “Artinya tenaga-tenaga yang terampil sangat dibutuhkan. Kita lihat Pak Direktur menjelaskan sangat terperinci dan sangat menjanjikan bahwa transportasi darat ini akan ditangani atau dikerjakan oleh orang-orang yang terampil dan profesional pada waktunya. Tentu ini sangat kita harapkan dan banggakan,” tambah Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu. 

Ridwan berharap tujuan sekolah kedinasan dapat berjalan sesuai dengan visi dan misinya. Ia mengimbau untuk totalitas dalam menyumbangkan pikiran demi mewujudkan transportasi yang paripurna. Karena persoalan transportasi erat kaitannya dengan keselamatan jiwa. 

Atas nama Komisi V DPR RI, Ridwan menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu siswa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang beberapa waktu lalu. Pihaknya berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi di waktu mendatang di seluruh lingkungan sekolah kedinasan, khususnya di Kementerian Perhubungan.   Cas/es

Meninggalnya Siswa PIP Semarang Harus Jadi Momentum Berbenah

 
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi (kanan) saat memimpin Tim Kunspek Komisi V DPR RI ke PIP Semarang, Jawa Tengah. Foto: Angga/Man

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi meminta Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang untuk segera melakukan pembenahan secara sistematis akibat dari adanya tragedi meninggalnya siswa PIP Semarang akibat perkelahian dan perundungan. Ia juga mengatakan, hal ini juga menjadi peringatan untuk seluruh sekolah kedinasan di Indonesia agar terus melakukan pemantauan terhadap siswa secara berkala. 

Hal tersebut disampaikannya kepada Parlementaria usai memimpin Tim Kunspek Komisi V DPR RI ke PIP Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/9). Arwani memahami betul mengenai pembinaan dasar yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswa baru. Namun, ia pun menginginkan ada solusi guna atasi tradisi sub-kultur kekerasan pada sekolah kedinasan yang memang dianggap telah mendarah daging.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian meninggalnya salah satu siswa di PIP. Kunjungan kita kali ini harus menjadi satu momentum untuk berbenah, momentum untuk evaluasi secara menyeluruh semua yang berkaitan dengan pola pengajaran dan komunikasi di PIP. Kita ingin agar tradisi sub-kultur kekerasan yang ada itu bisa kita hilangkan,” terang Arwani lebih lanjut. 

Politisi PPP ini menerangkan, munculnya kasus seperti ini menciptakan stigma tentang pembenaran bahwa di setiap sekolah kedinasan sering terjadi kasus-kasus kekerasan dengan dalih pembinaan senior terhadap junior. Untuk itu, ia menyarankan agar sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan ini dapat segera melakukan perubahan secara struktural dan fokus menciptakan sumber daya manusia yang unggul di bidang pelayaran Indonesia. 

“Kita berikan satu solusi sehingga PIP betul-betul menjadi salah satu kawah candradimuka untuk SDM-SDM handal kita, SDM-SDM unggul kita di bidang pelayaran. Kita dengan adanya tragedi ini kita sangat berduka, oleh karena itu kita berharap ada satu media, satu mekanisme untuk agar komunikasi antar pengelola siswa dan orang tua siswa ini bisa terjalin lebih baik lagi agar tidak ada tragedi baru yang terjadi yang tentu merugikan kita semua,” jelas politisi dapil Jateng III ini.  er/es

PPI Curug Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

 
Foto bersama Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan Direktur PPI Curug beserta jajaran. Foto: Tari/Man

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug sangat siap dalam proses pembelajaran tatap muka (offline). Ia juga berharap penerapan pembelajaran online sebagai dampak dari pandemi Covid-19, tidak mempengaruhi kompetensi dan keahlian para taruna/i di PPI Curug. 

Hal ini disampaikan Andi Iwan saat memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan Direktur PPI Curug beserta jajaran di Curug, Tangerang, Banten, Jumat (17/9). Kunjungan Komisi V DPR RI ini dalam rangka meninjau kesiapan pembelajaran tatap muka di PPI Curug. 

“Kita melihat bahwa pengelola, dalam hal ini Pak Direktur PPI Curug ini sangat siap dalam kondisi (Pembelajaran Tatap Muka) tersebut. Yang paling utama, bisa menjaga kompetensi ataupun keahlian para taruna/i ini. Jangan sampai output dengan adanya sekolah online membuat kualitas kita menjadi menurun,” harap Andi Iwan. 

Ia menyampaikan, dari paparan Direktur PPI Curug, ada beberapa metode pembelajaran online yang selama ini diterapkan menyikapi pandemi Covid-19. Meski demikian, sambung Aras, Direktur PPI Curug menjamin kualitas dan kompetensi para alumnus PPI Curug. 

Andi Iwan juga mendorong Kementerian Perhubungan segera memperbaharui sistem data dan peralatan pelatihan di PPI Curug, agar para alumni dapat mengikuti perkembangan teknologi nasional maupun internasional yang pesat.  mri/es

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)