Komisi IX Kunjungi Bio Farma, Awasi Ketersediaan Vaksin Covid-19

[Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat  memimpin pertemuan dengan pihak terkait pada kunjungan ke Kantor PT Bio Farma (Persero), Bandung. Foto: Agung/nr]

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Komisi IX DPR RI terkait Pengawasan Ketersediaan Vaksin Covid-19 ke PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat. Kegiatan ini berupaya mendapatkan informasi dan gambaran secara komprehensif tentang ketersediaan vaksin covid-19 serta kebijakan yang diambil untuk mendukung penyediaannya.

“Panja ini sudah setahun. Belum kami tutup karena ada selalu satu dua hal yg harus kami perhatikan. Kami juga berusaha mendapatkam pandangan temuan tambahan agar memperkaya kesimpulan dari panja ini,” ujar Melki saat melakukan pertemuan dengan pihak terkait pada kunjungan ke Kantor PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar ini bilang, terdapat kebutuhan sebanyak jutaan vaksin saat ini. Panja dari Komisi IX ini ingin mengetahui sejauh mana distribusi vaksin di daerah-daerah, apalagi PT Bio Farma diketahui merupakan produsen vaksin dalam negeri yang berhasil mengembangkan produk vaksin covid-19. Melki pun berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperhatikan vaksin yang diproduksi perusahaan pelat merah tersebut dan mampu menyerapnya dengan segera melakukan pembelian.

Apalagi salah satu strategi penanganan pandemi dari Kemenkes yaitu melalui vaksinasi, dengan mengalokasikan vaksin 50% di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, membuat sentra vaksinasi yang mudah diakses publik, syarat vaksinasi bagi pelaku perjalanan, percepatan vaksinasi (terutama pada kelompok rentan, lansia, dan orang dengan komorbid), serta percepatan vaksinasi booster dengan mempersingkat interval menjadi 3 (tiga) bulan.

Pada paparan Kemenkes di dalam beberapa Rapat Kerja dengan Komisi IX, disebutkan bahwa pengadaan vaksin booster akan diprioritaskan untuk vaksin yang dikembangkan di dalam negeri. Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan RI di dalam Raker Komisi IX DPR RI tanggal 31 Agustus, dinyatakan bahwa dengan melihat kebutuhan sasaran yang harus divaksinasi, maka masih dibutuhkan sekitar 15.1 juta dosis vaksin sampai Desember 2022.

Adapun pertemuan itu Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyebutkan komitmen perusahaannya dalam berpartisipasi atas program pemerintah untuk memenuhi ketersediaan vaksin. Sebagai BUMN, PT Bio Farma (Persero) memang didorong untuk memenuhi memiliki kemandirian produk kesehatan salah satunya suplai vaksin covid-19.

Untuk rencana jangka pendek, Honesti bilang pihaknya akan mempercepat pemenuhan vaksin/obat dan alkes melalui kerjasama dengan partner yang sudah komersial seperti melalui mekanisme kerjasama fill and finish untuk vaksin. Sampai dengan jangka panjang perusahaan akan berupaya melakukan penguasaan teknologi up stream/down stream dengan penguatan penguasaan teknologi. •aha

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)