Komisi IV Minta KLHK Antisipasi Karhutla

[Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat mengawali Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama jajaran Eselon I KLHK di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022). Foto: Arief/Man]

 

 

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan antisipasi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini terkait dengan adanya prediksi akan terjadinya musim kemarau panjang oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

 

“Saya ingatkan. Sekarang sudah ada beberapa titik spot kebakaran. Ini jangan sampai nanti sudah kebakaran besar, sudah mau habis, (pemadam) baru datang. Berkali-kali dalam Rapat Kerja maupun RDP saya ingatkan kembali. Tolong setiap taman nasional disiapkan alat pemadam,” tegas Sudin saat mengawali Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama jajaran Eselon I KLHK di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

 

Anggota Komisi IV DPR RI Muhtarom pun turut meminta KLHK untuk mengupayakan adanya antisipasi terjadinya karhutla ini. “Bagaimana ini diupayakan untuk adanya antisipasi? Karena ini luar biasa dampaknya,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

 

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto juga kembali mengingatkan potensi terjadinya kebakaran hutan ini. “Saya kembali mengingatkan BRG (Badan Restorasi Gambut), agar menjadi perhatian serius. Karena belum pernah selama beberapa tahun itu ketika kemarau panjang bisa mengatasi kebakaran,” ujar Bambang.

 

Bambang juga mengatakan adanya fakta di lapangan mengenai program sumur bor yang diketahui keberadaannya oleh Masyarakat Peduli Api (MPA). Dan dari adanya sepuluh sumber sumur bor, hanya satu pompa. “Kalau prediksi BMKG benar ini harus diwaspadai,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

 

Sepanjang tahun 2019-2021 kejadian kebakaran hutan sudah relatif menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun BMKG melalui konferensi persnya yang dilakukan secara daring baru-baru ini mengatakan bahwa tahun 2022 ini, musim kemarau diperkirakan dominan bersifat normal, bahkan sebagian kecil berada di bawah normal.

 

“Kita tahu bahwa tahun lalu kemarau bersifat di atas normal atau cenderung basah. Jadi, jika dibandingkan dengan tahun 2021, potensi karhutla di tahun 2022 akan lebih besar," ujar Pelaksana tugas Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko, baru-baru ini. BMKG juga memantau telah muncul sejumlah titik panas di wilayah Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Kalimantan Barat. (gal/sf)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)