Komisi IV Desak Reboisasi Area Hutan Gunung Mas

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memimpin Kunpek Komisi IV DPR RI meninjau PTPN di kawasan Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat. Foto : Azka/Man

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai penyebab terjadinya bencana banjir bandang di Kabupaten Bogor disebabkan adanya pengalihfungsian lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di kawasan Gunung Mas. Untuk itu ia mendesak pemerintah setempat dan PTPN melakukan reboisasi terhadap area tersebut.

Hal tersebut disampaikan Dedi usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1). Menurutnya ada kesalahan ketika hutan Gunung Mas dialihfungsikan menjadi rumah-rumah bedeng para pekerja dan perkebunan.

“Harusnya area hutan tidak boleh dialihfungsikan sebagai kawasan pemukiman, itu akan menyebabkan hilangnya pohon-pohon besar dan juga batu yang berada di aliran sungai tidak bisa menahan air yang turun dari atas. Jangan sampai menyalahkan hujannya. Tetapi kita harus sadar diri bahwa area tersebut merupakan area hutan, bukan untuk tempat tinggal,” jelasnya.
Politisi Partai Golongan Karya tersebut pun memberikan solusi agar area tersebut ditanam kembali dengan pohon-pohon yang berfungsi sebagai penahan air (reboisasi). Serta melakukan realokasi penduduk yang tinggal di area tersebut, agar nantinya kawasan tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kami dari Komisi IV memberikan beberapa solusi yang berharap nantinya agar tidak menimbulkan terjadinya bencana seperti ini lagi. Dan juga kami meminta agar penduduk yang tinggal di area tersebut direlokasi ke tempat yang lebih nyaman dan layak,” ujar Kang Dedi, sapaan akrabnya.

Politisi daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VII ini juga meminta dilakukan evaluasi terhadap seluruh hutan di wilayah Kabupaten Bogor. Ia mendorong pihak terkait untuk meneliti jumlah hutan di Bogor, sehingga apabila jumlahnya berkurang, maka sejumlah perkebunan yang kurang produktif dan tidak menguntungkan itu statusnya diubah menjadi hutan. 

“Perkebunan teh sudah banyak yang tidak menguntungkan di bibir hutan. Saya sarankan perkebunan (teh) itu sebagian diubah peruntukannya dijadikan hutan lindung. Gunung Mas semuanya dihutankan kembali, kecuali beberapa perkebunan yang relatif masih produktif dan menguntungkan,” tutup mantan Bupati Purwakarta itu. azk/er

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)