Hafisz Tohir Optimis Ekonomi Global dan Nasional Akan Segera Bangkit

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Jaka/nvl

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir mengungkapkan, upaya mitigasi pandemi Covid-19 sangat diperlukan saat ini dalam peran  serta keputusan yang diambil BKSAP DPR RI berdasarkan pada Resolusi PBB mengenai kerja sama internasional menghadapi Covid-19. 

“Dimana fokus implementasinya pada revitalisasi SDG’s (Sustainable Development Goals), karena pandemi Covid-19 berdampak pada setiap sektor. Selain sektor kesehatan, ekonomi adalah sektor yang paling terdampak akibat pandemi ini,” tutur Hafisz dalam acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Program Kerja DPR RI dengan tema ‘Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR di Tengah Pandemi’ bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Bandung, Jawa Barat Jumat (24/9). 

Menurut politisi PAN ini, terdapat dua hal yang diingatkan Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB. Pertama, pandemi Covid-19 menjungkirbalikkan tatanan kehidupan manusia. Pandemi Covid-19 juga memicu resesi global yang sangat parah. “Untuk itu perlu penguatan solidaritas, sinergi, dan kolaborasi antar masyarakat pada skala global dan nasional,” sambung Hafisz. 

Hafisz menjelaskan, pada pertemuan BKSAP DPR RI dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam Virtual Exchange with the Authors of The 2021 Economic Survey of Indonesia di Tangerang sebelumnya, disampaikan bahwa ada tiga kelompok besar yang penting untuk diperhatikan, dimana salah satunya adalah Kinerja makro ekonomi. 

OECD menilai, kenaikan Defisit APBN 2020 sebesar 6,14 persen akan menjadi beban ke depan jika tidak dikontrol dengan baik. “Selain itu juga perlu diperhatikan Tax Ratio yang terus mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Untuk itu perlu kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal ke depan,” sebut Hafisz. 

Lebih lanjut legislator daerah pemilihan Sumatera Selatan I itu berpendapat di tengah tatanan dunia yang semakin terkoneksi, tidak dipungkiri suatu isu global memiliki dampak hingga ke tataran lokal masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, melalui keterlibatan dalam diplomasi parlemen, dirinya memiliki kesempatan untuk memperkenalkan dapil miliknya juga ke dunia Internasional. 

“Sebaliknya pula, saya dapat memperjuangkan isu-isu global yang apabila tidak dikomunikasikan akan membawa dampak bagi dapil saya. Satu contoh, isu kelapa sawit Indonesia yang mendapatkan tekanan di Uni Eropa. Diperkirakan lahan sawit di dapil saya mencapai 1,2 juta hektar dan industri sawit merupakan industri padat karya. Dalam courtesy call dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, saya sampaikan mengenai data dan fakta sawit Indonesia,” imbuh Anggota Komisi XI DPR RI tersebut.  tn/sf

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)