Dedi Mulyadi: Petani Milenial Jangan Terpaku Dengan Sawah

Keberadaan petani milenial kini menjadi profesi baru yang mulai digemari para pemuda di Indonesia. Di tengah lahan pertanian yang semakin kecil, petani milenial harus bisa terus berinovasi agar tetap produktif terlebih di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat menjadi pembicara dalam pelatihan dan bimbingan teknis terhadap para petani milenial bersama Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Tajug Gede Purwakarta. Menurutnya, petani kini bisa memanfaatkan lahan terbatas sebagai media tanam menggunakan jenis bibit khusus. Contohnya padi gogo yang bisa ditanam menggunakan pot di mana saja dan kapan saja.

“Menjadi petani itu jangan terpaku dengan sawah. Sekarang sawah sudah habis jadi perumahan dan pabrik,” ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menilai, petani kini bisa memanfaatkan lahan terbatas sebagai media tanam menggunakan jenis bibit khusus. Contohnya padi gogo yang bisa ditanam menggunakan pot di mana saja dan kapan saja.

Kedepannya, politisi Fraksi Partai Golkar ini meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian memberi contoh kepada masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami tanaman produktif seperti padi gogo. Ia menyebut padi atau beras merupakan sebuah harga diri bagi masyarakat Sunda. Sehingga para petani selalu memakan manajemen hati bukah hitungan bisnis dalam mengelola sawahnya.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi usai memberikan pelatihan dan bimbingan teknis terhadap para petani milenial. Foto: Ist/nvl

“Sekarang dinas pertanian saja beras masih beli, harusnya kasih contoh jangan hanya mengajari saja. Coba sekarang itu hitung setiap bangunan pemerintah ada berapa lahan kosong, tanami padi gogo, saya yakin kita tidak perlu lagi beli beras apalagi impor,” kata legislator dapil Jawa Barat VII ini.

Di tempat yang sama Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Fajri Jupri mengatakan pelatihan dan bimbingan teknis tersebut diharapkan bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi petani milenial sekaligus mensosialisasikan teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.

Dalam bimbingan teknis bertema Peningkatan Kapasitas SDM Petani dan Penyuluh kali ini, para petani milenial dijarkan untuk penggunaan alat tanam benih langsung (ATABELA). Teknologi ATABELA merupakan salah satu komponen teknologi LARGO SUPER yang pernah dilaunching pada tahun 2018.

“Teknologi ini diaplikasikan untuk budidaya lahan gogo. Varietas unggul baru yang akan didemokan melalui teknologi ATABELA adalah Inpago 12 yang sudah teruji unggul ditanam setiap musim di lahan gogo Tajug Gede,” ucap Fajiri.

Kegiatan kali ini diikuti oleh sekitar 200 petani milenial dari berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta. Selain diberi pengarahan dan teori, para petani milenial juga langsung praktek melakukan penanaman padi gogo di lahan yang berada sekitar Tajug Gede Purwakarta. l bia/es

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)