Deddy Sitorus Pertanyakan Optimisme Holding BUMN Ultra Mikro Untuk Penuhi Jumlah Target Nasabah

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI dengan PT BRI, PT Pegadaian, dan PT PNM yang digelar Senin (30/01/2023). Foto: Oji/Man

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI dengan PT BRI, PT Pegadaian, dan PT PNM yang digelar Senin (30/01/2023). Foto: Oji/Man

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus pertanyakan optimisme Holding BUMN Ultra Mikro dalam memenuhi target jumlah nasabah di tahun 2024. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI dengan PT BRI, PT Pegadaian, dan PT PNM yang digelar Senin (31/1/2023) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Direktur Utama BRI melaporkan bahwa melalui Holding BUMN Ultra Mikro, pihaknya telah mampu menjaring 34 juta nasabah di tahun 2022.

“Di samping keberhasilan mengintegrasikan hampir lebih dari 34 juta nasabah itu, kan targetnya sebenarnya 50 juta ya kalo saya tidak salah. Nah, pertanyaannya kemudian adalah apakah akan tercapai di tahun 2024? Kalau tercapai, bagus. Kita berterima kasih. Akan tetapi, kalau kira-kira proyeksinya ada potensi itu tidak akan tercapai, apa yang kita harus lakukan untuk menyiasati hal tersebut?” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Politisi PDI-Perjuangan itu juga menyoroti tentang literasi keuangan digital di antara pelaku sektor ultra mikro. Menurutnya literasi keuangan digital merupakan tahapan yang lebih jauh dari sekadar literasi terkait perbankan. Sehingga diharapkan Holding Ultra Mikro telah memiliki strategi untuk mengantisipasi hal tersebut

“Jangankan literasi perbankan, sekarang sudah jauh dari itu, (yaitu) literasi keuangan digital. Kita belum selesai dengan literasi perbankan, sudah masuk literasi keuangan digital. Maka, apa yang bisa kita lakukan? Saya kira kita akan perlu siasati hal-hal seperti ini,” ucap Deddy.

Terkait dengan kinerja Holding BUMN Ultra Mikro, anggota dewan Dapil Kalimantan Utara meyakini bahwa penggabungan tiga entitas ini merupakan salah satu bagian penting dari amanah undang-undang, yaitu, memajukan kesejahteraan umum. Lebih jauh, ia juga mengingatkan besarnya peranan UMKM PDB dan penyerapan tenaga kerja.

“Holding Ultra Mikro ini sebenarnya salah satu bagian penting dari amanah UU, memajukan kesejahteraan umum. Itukan tujuan bernegara kita, amanah konstitusi. Nah, dalam hal itulah kita dulu mendukung yang namanya Holding (Holding Ultra Mikro) ini dan kita pahami bahwa UMKM kita ini menyumbang lebih dari 62% terhadap produk domestik bruto dan menyerap 97,22% tenaga kerja. Jadi memang butuh, Pak, kita memperhatikan secara serius ultra mikro kita, mikro kita,” ujar Deddy dalam rapat.

Menanggapi pertanyaan Deddy, Dirut BRI menjelaskan bahwa target yang ditetapkan pada saat pembentukan holding adalah 45 juta nasabah. Saat ini, tiga entitas tersebut telah berhasil mengintegrasikan 33,8 juta nasabah di tahun 2022.

“Kalau ditanya, kalau begitu optimis tidak kalau holding itu bisa melayani jumlah masyarakat sesuai dengan target waktu kita membentuk holding itu. Saya kita kita semua optimis. Optimis 45 juta. Ya kalau misalnya bisa lebih karena ada beberapa yang bisa kita penuhi lebih cepat,” ujar Sunarso seraya meminta persertujuan Dirut PNM dan Dirut Pegadaian yang berada di sampingnya. •adl,uc/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)