Dave Fikarno Minta Kesiapan TVRI Jika Ditunjuk Sebagai 'Host Broadcaster' dan 'TV Pool' G20

[Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut dan Dewan Pengawas LPP TVRI dan RRI, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022). Foto : Ridwan/mr]

 

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno meminta kesiapan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI jika ditunjuk sebagai host broadcaster dan TV Pool bagi penyelenggaraan Presidensi G20 pada puncaknya pada Bulan Oktober 2022 mendatang. Sebab, menurut paparan Dirut TVRI, Iman Brotoseno, sejauh ini SEA Today TV (anak perusahaan BUMN Telkom Indonesia) telah ditunjuk mengambil peran tersebut melalui kanal digital.

 

“Apakah jika nanti ditunjuk untuk G20, TVRI juga memiliki program tentang kebudayaan Indonesia khususnya di beberapa daerah pedalaman dan konflik. Karena dengan pendekatan soft diplomacy, kita akan menunjukkan wajah lain di beberapa wilayah yang selama ini dianggap konflik, seperti di Papua, Poso, dan sebagainya,” jelas Dave saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut dan Dewan Pengawas LPP TVRI dan RRI, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022).

 

Sebab, dengan hadirnya pendekatan budaya yang ditayangkan melalui TVRI ke seluruh dunia tersebut sekaligus akan melakukan deradikalisasi tanpa pendekatan militer. Karena itu, Dave berharap kesiapan TVRI dalam penayangan sampai pada hal-hal detail program yang disajikan.

 

“Apakah ada rundown clock news tentang pemberitaan G20 atau indepth interview dengan para kepala negara? Seberapa detail TVRI explore hal tersebut? Kerja sama juga dengan broadcasting news dari asing sehingga masyarakat luar juga bisa memahami fungsi dari kegiatan G20 ini,” urai Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

 

Selain kepada TVRI, Dave juga meminta kesiapan LPP RRI dalam menyambut momentum puncak G20 tersebut. Sebab, khusus di kalangan perkotaan, Dave menilai antusiasme masyarakat terhadap media konvensional seperti radio dan televisi sudah sangat menurun. Masyarakat di kota-kota besar cenderung mendapatkan dan menikmati informasi dari siaran digital bersifat daring.

 

Meskipun demikian, diakuinya peran TVRI dan RRI masih diperlukan khususnya di kalangan masyarakat yang berada di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). “Tetapi ada juga masyarakat di daerah 3T itu yang sulit mendapatkan akses ke internet, karena faktor umur, pendidikan, dan sebagainya. Jadi, tetap dibutuhkan konvensional media seperti TV dan radio,” jelas Dave.

 

Dengan demikian, Dave berharap pendekatan budaya dan kearifan lokal di seluruh wilayah Indonesia dapat lebih optimal jika ditunjuk menjadi host broadcaster dan TV Pool bagi G20. “Terus kedepankan local wisdom budaya kekhasan di Indonesia agar terus bisa menjaga warisan budaya untuk anak cucu kita,” tutupnya.

 

Berdasarkan informasi Dirut Iman Brotoseno, TVRI telah berpengalaman sebagai host broadcaster dalam berbagai event dunia seperti KTT Non Blok, APEC, dan forum internasional lainnya. Secara coverage dalam negeri terluas, TVRI juga memiliki jaringan internasional sebagai anggota senior Asia Pacific Broadcasting Union yang mempunyai afiliasi dengan berbagai jaringan organisasi TV di Amerika dan Eropa. (rdn/sf)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)