Usaha Budi Daya Koral Tidak Mesti dengan Cara Merusak Alam

 
Anggota Komisi IV DPR RI A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra beserta Tim Kunker Komisi IV DPR RI meninjau lokasi budi daya Ikan kerapu sekaligus melakukan panen kerapu di Bali. Foto: Devi/Man

Anggota Komisi IV DPR RI A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra mengapresiasi usaha budi daya koral yang dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN) di daerah Serangan, Bali. Bagus mengatakan, melakukan usaha budi daya koral tidak mesti dengan cara merusak alam. Budi daya koral bisa menjadi solusi untuk memperkaya alam lebih banyak lagi dan memperkaya kesejahteraan masyarakat. 

“Kami mendapat atmosfer yang positif sekali dari kunjungan kita meninjau budi daya koral yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat. Kita harus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan melakukan pengawasan, serta memberikan teknologi yang lebih matang lagi kepada kelompok masyarakat yang sudah  melahirkan hak paten dan hak cipta itu,” ujar Bagus di sela-sela mengikuti agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Provinsi Bali, Senin (15/2). 

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyampaikan, meskipun kelompok masyarakat yang tergabung dalam KPKHN itu telah mengantongi hak cipta dan hak paten, namun mereka tidak melakukan usahanya secara monopoli. Mereka justru melaksanakannya dengan cara berbagi kepada masyarakat untuk sama-sama bergerak guna melestarikan alam ini dan juga tergerak untuk melahirkan kekuatan ekonomi di dalam masyarakat. 

“Kita harus mengapresiasi lebih dengan memberikan dukungan kebijakan terkait dengan pemberdayaan budidaya koral tersebut,” kata Bagus. Selain mengunjungi lokasi budi daya koral, Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga meninjau lokasi budi daya ikan kerapu sekaligus melakukan panen kerapu. 

Terkait budi daya kerapu itu, Bagus mengatakan, persilangan antara kerapu macan dengan kerapu naga ternyata luar biasa peningkatannya. Dimana telah menghasilkan berat yang ideal dalam kurun waktu pemeliharaan 6 bulan. “Ini perlu kita tingkatkan dengan memberikan pendampingan sarana prasarana yaitu berupa keramba jaring apung dan juga sarana teknologi yang lainnya, termasuk pembinaan terhadap sumber daya manusianya,” kata Bagus. 

Sementara itu berkaitan dengan upaya melahirkan desa wisata bahari di daerah Serangan, Bagus menyatakan bahwa Serangan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang lengkap. Ada budi daya koral, kerapu, fasilitas rumah makan, dan juga hutan mangrove. “Kita bisa berdayakan lebih banyak lagi. Tinggal sedikit saja dipoles maka Serangan bisa menjadi desa wisata bahari unggulan,” pungkas legislator dapil Bali itu. dep/es

Kita harus mengapresiasi lebih dengan memberikan dukungan kebijakan terkait dengan pemberdayaan budidaya koral tersebut

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)