Tingkatkan Minat Baca, Sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Perlu Ditingkatkan

 
Komisi X DPR RI meninjau perpustakaan Gedung Juang 45, di Kota Serang, Banten. Foto: Anne/nvl

Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin mengapresiasi program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ia mendorong sosialisasi perpustakaan ini terus ditingkatkan. Dengan begitu layanan literasi berbasis inklusi sosial  dapat meningkatkan kemampuan literasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. 

“Kita sejalan dengan program dari pemerintah, kita ingin semangat literasi ini dapat meningkat. Namun, ini memang butuh kerja sama dari semua pihak,” ujar Djohar Arifin usai pertemuan Tim Kunspek Komisi X DPR RI dengan jajaran Pemerintah Kota Serang, di Banten, Jumat (3/12).

Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI juga meninjau perpustakaan Gedung Juang 45 serta melihat pembangunan gedung layanan Perpustakaan Kota Serang.  

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, perpustakaan harus terus berbenah agar tetap eksis di tengah masyarakat. Karena itu, transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan mampu mengembangkan informasi menjadi pengetahuan yang bersifat stimulan terhadap perkembangan ekonomi seluruh lapisan masyarakat. 

Djohar menambahkan, payung hukum pelaksanaan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ada pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan secara eksplisit menjelaskan bahwa masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan.  ann/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)