Sudah Saatnya ‘Medical Record’ Dilibatkan Dalam Penelitian Kesehatan

Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto saat Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM. Foto: MCN/PDT 
Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto saat Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM. Foto: MCN/PDT

Kementerian Kesehatan RI beserta BPOM dan berbagai pihak tengah melakukan penelitian guna mencari penyebab melonjaknya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak-anak di Indonesia. Mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah, Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto juga menyarankan agar para peneliti juga melibatkan medical record atau rekam medis dalam penelitian yang dilakukan.

“Kita lihat dari hulu, kenapa sampai kejadian ini? Tapi saya juga menyarankan tentang medical record itu sendiri karena mereka (Kemenkes dan BPOM) bicara perlunya data, penelitian, surveilans dan pencatatan. Dari mana (sumbernya)? Kalau kita berhubungan dengan kesehatan, ujung-ujungnya pasien,” ujarnya saat dijumpai di sela Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM di Gedung Nusantara I Senayan, Jakarta pada Rabu (2/11).

Mantan Kepala Bagian Medical Record, RSCM itu menjelaskan bahwa rekam medis tak sekadar pencatatan namun dokumen lengkap yang berisikan perjalanan kesehatan pasien termasuk hasil-hasil penunjang diagnosa. Dijelaskannya selain sebagai penentu diagnosa, medical record juga dapat mendukung penelitian kesehatan.

Pada kasus GGAPA yang melanda anak-anak di Indonesia, Itet menyayangkan penelitian baru dilakukan setelah munculnya banyak kasus. “Kan tadi dibilang, sebelum itu kan sudah kejadian. Apakah mereka menunggu kalau sudah terjadi yang kasusnya besar baru mereka melakukan penelitian. Harusnya setiap mortalitas, setiap kematian harus selalu diteliti kenapa penyebabnya. Bukan setelah banyak gini. Tapi kan mungkin mereka tidak punya medical record. Begitu lah akhirnya tabrak sanasini karena tidak punya data yang terencana.” tambah Legislator Dapil Lampung II itu.

Itet juga menjelaskan bahwa rekam medis juga bisa digunakan dalam berbagai perencanaan yang berkaitan dengan layanan kesehatan seperti pengadaan obatobatan untuk mengantisipasi wabah maupun kejadian seperti GGAPA ini. Bahkan, menurutnya rekam medis juga bisa digunakan untuk melakukan audit terhadap kinerja nakes hingga layanan kesehatan secara menyeluruh. •uc/aha

HARUSNYA SETIAP MORTALITAS, SETIAP KEMATIAN HARUS SELALU DITELITI KENAPA PENYEBABNYA. BUKAN SETELAH BANYAK GINI

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)