STAIN SAR Didorong Bermetamorfosis Wujudkan Kampus Islami Taraf Internasional

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR TB saat foto bersama usai melakukan peninjauan ke STAIN SAR, Kepri. Foto: TIARA/PDT
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR TB saat foto bersama usai melakukan peninjauan ke STAIN SAR, Kepri. Foto: TIARA/PDT

Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzily mendorong Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepulauan Riau agar bermetamorfosis menjadi kampus Islami bertaraf Internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Sebagaimana diketahui, penyelenggaraan Pendidikan Tinggi khususnya Pendidikan Tinggi Islam adalah bagian dari penyelenggaraan pendidikan nasional, yang merupakan amanat dari Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Berlangsung sejak tahun 2018, kami juga sangat mendukung proses perubahan STAIN SAR ini menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan bahkan ke depan harus bisa menjadi Universitas Islam Negeri,” jelas Ace dalam sambutannya saat melakukan peninjauan ke STAIN SAR, Kepri, Selasa (11/10).

Mengutamakan basis ilmu pengetahuan, Politisi partai Golkar itu mengungkapkan Pendidikan Tinggi Keagamaan diharapkan mampu menjalankan peran strategis untuk memajukan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Tidak hanya peran strategis, akan tetapi juga menjadi benteng moral umat dan bangsa. Saat ini, ungkapnya, Perguruan Tinggi Islam berlomba menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Di mana, ia berharap setiap kampus bisa bersaing dengan kampus-kampus level dunia sekaligus melahirkan lulusan yang bersaing dengan negara-negara maju.

“Dalam mewujudkan world class university, universitas yang mempunyai reputasi akademik yang mapan dan juga didukung oleh sumberdaya akademik yang mumpuni serta tangguh. Paradigma tersebut muncul karena melihat beberapa kenyataan saat ini dan akibat dari globalisasi dalam berbagai sendi kehidupan manusia. Globalisasi tidak semata-mata mempengaruhi sistem pasar, tetapi juga dalam sistem pendidikan,” tandas Ace.

Pada kesempatan yang sama Ketua STAIN SAR Muhammad Faisal menyampaikan aspirasi STAIN SAR Kepri kedepannya agar dapat menjadi salah satu pertimbangan alih status STAIN menjadi IAIN yang nantinya dibawa oleh Komisi VIII DPR RI untuk dirapatkan bersama Menteri Agama RI di Jakarta. “STAIN SAR Kepri memiliki visi unggul, keislaman, dan kemelayuan ini menjadi dasar pengenbangan keilmuan islam di tanah melayu, bumi segantang lada Kepulauan Riau. Oleh karenanya Kami berharap Komisi VIII DPR RI dapat membawa aspirasi ini berupa alih status STAIN menjadi IAIN nanti di Jakarta,” harapnya. •tra/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)