Soroti Program Padat Karya Proyek Revitalisasi Stasiun Padalarang

Anggota Komisi V DPR RI Anang Susanto. Foto: JKA/PDT
Anggota Komisi V DPR RI Anang Susanto. Foto: JKA/PDT

Anggota Komisi V DPR RI Anang Susanto menyoroti program padat karya dalam pembangunan prasarana perkeretaapian mendukung konektivitas Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang. Dimana penyediaan prasarana untuk ‘feeder’ atau pengumpan Kereta Api PadalarangBandung merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Saya ingin menyoroti terkait keterlibatan orang-orang setempat, soal padat karya. Apalagi proyek disini ada tiga investor dengan pengerjaan yang berbeda, saya telah mewanti-wanti jangan sekalikali melibatkan pekerja dari luar sementara warga sekitar tidak kebagian apa-apa,” ujar Anang saat mengikuti Tim Kunker Komisi V DPR meninjau progres revitalisasi Stasiun Padalarang beserta perangkat lainnya di Bandung Barat, Jabar, Selasa (11/10).

Legislator Dapil Jawa Barat II ini mengingatkan, terkait program padat karya ini, seringkali bertolak belakang dari pemaparan saat rapat yang dipaparkan akan selalu melibatkan warga setempat. Tapi pada kenyataannya masyarakat setempat justru kurang dilibatkan.

“Untuk itu saya ingatkan sekali lagi bahwa utamakanlah keterlibatan dari warga setempat, sehingga bukan cuma menjadi penonton tapi bener-bener penikmat juga. Masyarakat harus dibantu juga supaya kualitas hidupnya meningkat, bersamaan juga dengan terbangunnya proyek kereta api ini,” pungkas Anang.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap, agar proyek Kereta Cepat tersebut dapat segera terealisasi, karena pasti akan sangat membantu sekali terutama untuk Kabupaten Bandung yang sering mengalami kemacetan. Ia membayangkan, dengan kecepatan akses Bandung ke Jakarta itu akan memudahkan lalu lintas orang di kedua kota tersebut.

“Mungkin dengan adanya kereta api cepat Jakarta Bandung itu sepertinya saya ngantor tidak harus menetap di Jakarta, mungkin bisa dari Bandung karena bisa menaiki kereta cepat yang bisa memangkas jarak tempuh sekitar 45 menit saja. Sekali lagi saya tekankan masalah padat karya saja, kalau teknis bapakbapak lebih hebat, tapi yang jelas program padat karyanya yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diucapkan,” ungkap Anang. •jk/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)