Satwa di Taman Nasional Baluran Harus Tetap Lestari

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau sarana dan prasarana TN Baluran. Foto: Singgih/Nvl

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyampaikan bahwa Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur harus tetap dilestarikan. Karena taman nasional tersebut memiliki satwa khas seperti banteng, kerbau liar dan lain-lainnya. Pelestarian tersebut salah satunya dengan penambahan biaya maupun tenaga kerjanya. 

“Kita sudah melihat banteng, kemudian juga melihat kerbau liar  mungkin ini harus tetap dilestarikan. Dengan apa? dengan penambahan biaya maupun tenaga kerja. Karena tadi saya tanyakan seluruh tenaga kerjanya 103 orang, dengan luasan 25.000 hektar itu kan hal yang sangat sulit sekali, baik itu menjaga suaka, menjaga yang lain-lain,” ungkap Sudin di TN Baluran, Situbondo, Jatim, Kamis, (25/3). 

Lebih lanjut, Sudin menyoroti ketersediaan infrastruktur kendaraan yang dimiliki oleh TN Baluran. Menurutnya TN Baluran harus memiliki kendaraan pemadam kebakaran sendiri guna mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di musim kemarau. Jika memiliki kendaraan pemadam kebakaran sendiri, maka akan lebih cepat dilakukan pemadaman. 

“Pada bulan 7, 8, 9 ini kan kemarau panjang cenderung ada kebakaran. Bagaimana mengantisipasinya? Kalau memang harga mobil pemadam kebarakan itu terlalu mahal, ya beli yang murahlah tidak usah pakai blangwir (mobil damkar), tapi mobil tangki atau motor dimodifikasi bisa nyemprot air untuk mematikan api. Ini yang saya inginkan. Karena kemarin saya juga ke Taman Way Kambas di Lampung, juga kendalanya tenaga kerja, sarana dan prasarana, dan lain-lain,’ ungkap Sudin. 

Terkait dengan anggaran, politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu berharap tak terjadi pemotongan anggaran pada TN Baluran. Menurutnya untuk pencegahan kebakaran maupun peningkatan konservasi, maka perlu dukungan anggaran yang besar, kalau tidak maka taman nasional ini akan rusak dan habis. 

“Seharusnya tidak ada pemotongan (anggaran), kemarin hampir Rp500 miliar lebih yang dipotong. Saya berharap di tahun 2022 khusus untuk konservasi jangan dipotong. Saya akan bertahan, juga saya yakin teman-teman Anggota Komisi IV lain setuju. Kalau nggak dijaga, habis. Yang sudah rusak, ya diperbaiki, yang masih bagus dipertahankan dan ditingkatkan, kan gitu,” ujar Sudin. 

Sudin menekankan bahwa TN Baluran memiliki ciri khas satwa yang harus dipertahankan dan dijaga seperti taman nasional lainya. Di Baluran ada Banteng, di Lampung ada Gajah, di Taman Nasional Ujung Kulon ada Badak, itu yang menjadi khas masing-masing. “di Kalimantan Tengah ada OrangUtan, tapi di sana tidak ada gajah, tidak ada banteng. Jadi ciri khas masing-masing ini harus dipertahankan, kalau perlu di tingkatkan,” ucapnya. 

Sudin juga berharap, dilakukan penelitian-penelitian yang lebih intensif terhadap satwa-satwa yang dilindungi, terutama satwa yang habitatnya sangat sedikit. Hal itu harus dilakukan guna mengantisipasi kepunahan yang terjadi. “Jangan sampai sudah pada punah baru dilakukan penelitian, di sini ada banteng yang sudah tua, mati dikubur. Saya bilang kenapa tidak diobservasi? Seharusnya kan diobservasi kemudian bisa dimasukkan ke museum,” harap legislator dapil Lampung I itu.  skr/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)