Puteri Komarudin Loloskan Tiga Proposal Indonesia dalam Y20 Summit 2021

Anggota BKSAP DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto: Oji/Man

Delegasi Pemuda G20 Indonesia telah merampungkan tugasnya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemuda G20 atau Y20 Summit 2021 Italia yang diselenggarakan pada 19-23 Juli 2021, secara daring. Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Puteri Anetta Komarudin yang didapuk sebagai Ketua Delegasi Indonesia berhasil meloloskan tiga proposal prioritas Indonesia untuk topik Inklusi dan Kesetaraan Kesempatan. 

“Delegasi Indonesia telah menjalani serangkaian kegiatan, termasuk sebelum Summit yang dimulai sejak April lalu dimana kami menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari berbagai kalangan, seperti pemuda, pakar, dan pemerintah. Untuk topik inklusi sendiri, kami telah merumuskan 20 proposal kebijakan yang kemudian dikerucutkan dalam tiga proposal prioritas bagi delegasi Indonesia. Yaitu isu inklusi finansial dan agenda teknologi finansial (fintech), kualitas pendidikan digital, dan partisipasi pemuda dalam politik,” tutur Puteri dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (27/7). 

Pada Jumat lalu (23/7)), forum ini telah menyepakati Final Communique atau rekomendasi akhir pemuda G20 yang disampaikan kepada perwakilan Presidensi G20 tahun 2021 yang dipimpin Italia. Tiga proposal prioritas yang diusung Puteri juga turut menjadi bagian dalam rekomendasi tersebut. 

“Pertama, untuk isu inklusi finansial, kami menekankan pentingnya literasi finansial dan diadopsinya agenda fintech untuk memastikan ekosistem keuangan yang aman dan adil bagi masyarakat. Dalam rekomendasi akhir, para delegasi sepakat untuk mendorong negara G20 menetapkan kebijakan literasi keuangan dan akses yang merata atas produk dan layanan keuangan, termasuk fintech dan pembiayaan mikro,” ungkap Putri. 

Kemudian dalam hal inklusi di bidang pendidikan, politisi Partai Golkar ini mendorong tercapainya kesetaraan untuk memperoleh pendidikan digital yang berkualitas melalui penguatan infrastruktur, pelatihan bagi tenaga pendidik, serta kurikulum pembelajaran jarak jauh. Proposal tersebut juga termaktub dalam rekomendasi akhir, yaitu akses yang merata bagi masyarakat atas pendidikan fisik dan digital yang berkualitas di tahun 2030. Terakhir, Puteri juga membawa isu inklusi di bidang politik bagi pemuda. 

“Kami mendorong negara G20 untuk menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk mendukung partisipasi pemuda di politik dan mencalonkan diri dalam pemilu, terutama dengan ditetapkannya suatu kuota bagi pemuda. Atas usulan ini, delegasi Y20 menyepakati bahwa partisipasi dan perwakilan pemuda dalam proses pengambilan keputusan perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menetapkan peraturan terkait kuota pemuda di posisi administrasi publik,” lanjut legislator daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.  rdn/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)