Proteksi Sistem Digital, Setjen DPR Luncurkan CSIRT

 
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar (kanan) saat peluncuran CSIRT bersama Sekretaris Utama BSSN. Foto: Jaka/nvl

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai bentuk proteksi terhadap sistem digital yang ada di lingkungan DPR RI dari serangan-serangan siber. Menurutnya, dengan berbagai pengalaman kasus serangan siber yang dialami DPR RI, dibentuknya tim ini nantinya diharapkan dapat mencegah dan melindungi data informasi dan aktivitas digital di DPR RI. 

“DPR ini kan parlemen modern, banyak didukung oleh perangkat- perangkat teknologi digital, nah kita sudah berpengalaman dalam beberapa kasus-kasus besar politik itu. Sistem digital kita adalah sistem wajah kita semua, jika ada masalah semacam serangan-serangan dari luar, ada kerja sama dengan BSSN (Badan Sandi dan Siber Nasional). Atas bantuan BSSN kita sudah diproses kan diprioritaskan dilakukan protect dengan sistem CSIRT,” ungkapnya usai me-launching CSIRT di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2). 

Lebih lanjut Indra mengatakan, CSIRT nantinya akan bertugas mem-protect sistem digital yang ada di DPR RI. Sehingga paling tidak dapat membantu mencegah serangan-serangan siber yang dapat mengganggu setiap data informasi penting maupun aktivitas-aktivitas digital lainya. 

Untuk itu nantinya diperlukan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang tergabung dalam CSIRT, sehingga ke depan, DPR RI dapat menangani sendiri permasalahan serangan-serangan cyber yang terjadi. “Sistem CSIRT ini kan masih asistensi dengan BSSN, jadi SDM kita nanti akan segera kita perkuat dengan pengetahuan sistem itu, mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan ini semua sudah berjalan baik,” imbuh Indra. 

Terakhir, Indra berharap proteksi dari CSRIT ini nantinya akan membuat dokumen-dokumen penting yang dimiliki DPR RI menjadi lebih aman. “Dengan proteksi CSRIT dari BSSN ini ke depan kita berharap semua persidangan yang sekarang menggunakan cara-cara virtual kemudian juga perangkat-perangkat kita yang menyimpan server banyak dokumen-dokumen persidangan akan lebih aman,” tutupnya. 

Selain itu, Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarok yang juga hadir dalam launching tersebut berharap bahwa dengan dibentuknya CSIRT DPR RI ini nantinya dapat membantu menangani berbagai ancaman siber yang terjadi di DPR RI. Sehingga segala aktivitas yang berkaitan dengan perlindungan terhadap data informasi dan aktivitas lainnya bisa dijaga dengan baik. 

“Tim ini diharapkan nantinya ketika terjadi insiden siber di lingkungan DPR, tim dari CSRIT DPR RI ini bisa langsung bereaksi yang mana nanti tingkatan ancaman yang bisa kita bedakan, kalau CSRIT di DPR sudah bisa tangani cukup di DPR, tetapi ketika ini sudah masif luas baru ke CSRIT sektor, nah CSRIT sektor itu ada di BSSN baik sektor maupun nasional ada di BSSN,” ungkap Syahrul. •bia,ah/sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)