Pramuka Harus Cepat Beradaptasi di Era Digitalisasi

Foto bersama Tim Kunker Reses Komisi X DPR RI usai menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Foto: Eko/Man

Anggota Komisi X DPR RI Dwita Ria Gunadi meyarankan, hendaknya Gerakan Pramuka segera bisa beradaptasi dengan perkembangan di era digital. Jika tidak bisa menjawab tantangan era digital  ini, gerakan yang memiliki kepanjangan kata Praja Muda Karana yang artinya jiwa muda yang suka berkarya, akan kehilangan semangatnya. Pramuka harus segera regenarasi sehingga tidak semakin ditinggalkan jiwa muda. 

“Jadi Pramuka tidak hanya dilatih baris-berbaris, sekarang apalagi era revolusi 4.0 sedang menuju 5.0, mereka harus beradaptasi dengan cepat. Jadi kami harapkan Pramuka itu mempunyai sumber daya kualitas yang lebih baik dari pada sebelumnya. Menjawab tuntutan tantangan modernisasi, harus bergerak cepat dan secara dinamis, fleksibel, dan itu harus diantisipasi oleh kepala daerah,” papar Dwita saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Sumatera Selatan, di Palembang, Senin (15/2).

Di era digital dan teknologi informasi, Pramuka harus selalu maju, mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan ruh dan tujuannya. Sebab, tidak bisa menutup mata, gerakan Pramuka lambat laun terus ditinggalkan.  Anak-anak sekolah semakin malas pergi keluar dan mencari petualangan di luar rumah. Smartphone (telepon pintar) membuat mereka yang seharusnya bermain di luar, lebih merasa nyaman terkurung di rumah.

 “Pramuka bisa berkolaborasi dengan stakeholder yang lain di daerah dengan memanfaatkan digital Pramuka, jadi misalkan mereka sedang kemah, mereka tidak hanya sekedar kemah, tapi mereka memperkenalkan tempat wilayah kemah itu menggunakan teknologi digital,” saran politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini.

 Keterampilan mencari jejak, membangun tenda, bertahan hidup di alam atau survival, membuat sandi dan simpul yang dulu dianggap keren, kini sudah dianggap ketinggalan zaman. Tanpa adanya jiwa muda yang berperan, maka gerakan Pramuka yang seharusnya semakin hebat di umurnya yang ke-58 tahun, akan semakin tenggelam.

 Hal itu tidak bisa dibiarkan, sebab kehadiran gerakan Pramuka bagi kalangan muda masih diperlukan sebagai wadah pendidikan karakter calon pemimpin bangsa ke depan. “Pramuka harus dikenalkan dengan perkembangan teknologi digital yang sedang berkembang dengan cepat,” ujar Dwita.  eko/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)