Perlu Keseriusan Bersama untuk Wujudkan Citarum Harum

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI meninjau Kilometer 0 Citarum di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Sofyan/Man

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai wilayah hutan di sekitar Sungai Citarum sudah banyak yang gundul. Menurutnya perlu ada keseriusan bersama seluruh pihak pihak untuk mewujudkan Citarum Harum, dalam hal ini untuk revitalisasi dan rehabilitasi Sungai Citarum, termasuk penanganan pencemaran dan penghijauan kembali sungai terpanjang di Jawa Barat itu. 

“Wilayah hutan (sekitar Sungai Citarum) banyak yang gundul. Sehingga pada November nanti perlu ada keseriusan untuk segera dilakukan penanaman pohon. Tetapi juga harus dipastikan tentang jaminan kesejahteraan masyarakat lokal di sini,” kata Dedi saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau Kilometer 0 Citarum, di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/10). 

Kesejahteraan masyarakat yang dimaksud politisi Partai Golkar tersebut yakni sebagian besar pencaharian masyarakat setempat yang menjadi petani sayur mayur di kawasan Sungai Citarum, dan cenderung enggan menanam tanaman keras untuk meminimalisir potensi erosi. Karena faktor ekonomi itu membuat kesadaran masyarakat terhadap memelihara tanaman keras menjadi rendah. 

“Kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan hutan berbenturan dengan kebutuhan ekonomi yang menanam sayur. (Sebenarnya) itu bisa diintegrasikan (dengan program Citarum Harum). Dan nanti setelah masa reses, Komisi IV akan melakukan pemetaan. Dan kebetulan saya orang Jawa Barat, jadi saya akan turun langsung memetakan, (diharapkan) dalam tiga tahun ke depan di sini sudah harus hijau kembali,” komitmen Dedi. 

Dedi juga menilai kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke Sungai Citarum belum terbangun dengan baik, karena banyak juga yang tinggal di bantaran sungai. Termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilakukan industri belum optimal. “Sehingga hal-hal ini perlu dibangun secara bersama-sama. Dan (langkah-langkah) itu harus taktis, tidak bisa lewat pertemuan-pertemuan. Harus ada orang yang me-manage langsung sampai tingkat teknis,” tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Jabar VII itu. 

Selain meninjau Situ Cisanti, Tim Kunker Komisi IV DPR RI juga menggelar dialog bersama pemerintah daerah dan menyerap aspirasi warga maupun pegiat lingkungan di Kertasari. Diketahui, Satgas Citarum melalui Pokja Penanganan Lahan Kritis tengah melakukan reboisasi di dalam dan luar kawasan. Untuk di luar kawasan, dilakukan pembuatan agroforestri dan persemaian serta Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon (GTPP).  

Turut hadir Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Rosa Vivien Ratnawati, serta Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haerun Rahayu. Kehadiran Tim Kunker Komisi IV DPR RI disambut Komandan Sektor 1 Kolonel Infanteri Sudarwo Aris Nurcahyo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar Didi Adji Siddik, dan Kordinator Harian Sekretariat Satgas Citarum Eko Priastono.  sf

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)